Komitmen Pemerintah Serap 60 Ribu Ton Karet Alam Jadi Campuran Aspal

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama untuk memanfaatkan komoditas karet dalam negeri sebagai campuran aspal.
Direktur Preservasi Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian menyampaikan berdasarkan data Kemenperin pada tahun lalu, produksi karet nasional adalah 3,15 juta ton. Dari jumlah itu baru 600 ribu ton di antaranya yang diserap pasar dalam negeri.
“Sisanya diserap melalui ekspor. Tapi belakangan jumlah karet yang diekspor menurun, sehingga harganya juga ikut turun,” ujarnya kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (12/12).
Atas dasar itu, Kemenperin menarget peningkatan penyerapan karet oleh pasar dalam negeri, dari semula 600 ribu ton menjadi 800 ribu ton. Kementerian PUPR sendiri berkomitmen untuk menyerap 60 ribu ton karet alam.

“Kami menggunakan karet sebagai campuran aspal. Ini juga bentuk dukungan Bina Marga pada program prakarsa Presiden mendongkrak komoditi karet lokal,” ucap Hedy.
Dia pun mengungkapkan pada Senin (5/12) lalu, pihaknya melakukan uji coba pemakaian aspal yang dicampur karet lokal di ruas Cikampek-Karawang sepanjang 500 meter di Karawang, Jawa Barat. Menurut Hedy, ujicoba seperti ini telah dilakukan beberapa kali.
“Kami minta yang ada di lapangan untuk mengevaluasi untuk kemudian diuji coba di jalan sebelumnya. Kita masih dalam uji coba sebelum memberlakukan penuh aspal campur karet,” papar dia.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, aspal karet lebih tahan retak dan air. Meski demikian, harga per volume campuran aspal karet itu lebih mahal sekitar 10-15%. Sebelumnya, Kementerian PUPR juga melakukan uji coba pelapisan ulang perkerasan jalan dengan aspal karet alam, di jalan Lido Sukabumi pada Kamis (1/12).
