Kursi Kereta Ekonomi Dimodif Anti Encok, KAI: Lebih Manusiawi
·waktu baca 2 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meluncurkan Kereta Ekonomi New Generation di Stasiun Pasarsenen, Selasa (26/9). Kursi kereta ekonomi tersebut telah dimodifikasi, sehingga penumpang tidak lagi encok karena duduk tegak lurus dengan jarak kaki dengan kursi depan yang sempit.
Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa mengatakan modifikasi kursi di kereta ekonomi itu adalah tindak lanjut KAI dari aspirasi masyarakat.
"Kami sangat mendengarkan masukan pelanggan, pelanggan yang melakukan perjalanan jarak jauh dalam kondisi tegak lurus berhadapan sehingga kenyamanannya sangat jauh dari, mohon maaf, manusiawi. Jadi satu persatu kami perbaiki," kata Hadis saat peluncuran Kereta Ekonomi New Generarion di Stasiun Senen, Rabu (26/9).
Kereta ekonomi yang sebelumnya berkapasitas 106 tempat duduk dengan formasi 3-2, sandaran tegak lurus, dan saling berhadapan, secara bertahap diganti menjadi kereta ekonomi berkapasitas 80 tempat duduk dengan formasi 2-2 dan tidak lagi saling berhadapan.
Dengan modifikasi ini, jumlah tempat duduknya menjadi 72 kursi sehingga leg room-nya menjadi lebih luas. Selain itu, jenis kursinya juga sudah menggunakan tipe captain seat yang membuat pelanggan semakin nyaman saat bersandar dan bisa diatur kemiringannya (reclining) serta bisa disesuaikan searah laju KA atau pun berhadapan (revolving).
"Kereta Ekonomi New Generation ini bisa seperti kereta eksekutif sebenarnya. Tempat duduknya bisa diputar, bisa diatur sudutnya," kata Hadis.
Meski begitu, saat ini baru ada 12 kereta yang sudah dimodifikasi. Kereta ini dirangkaikan pada KA Jayabaya relasi Pasar Senen-Malang pp. KAI menargetkan seluruh kereta ekonomi dimodifikasi pada 2026.
Dengan dioperasikannya Kereta Ekonomi New Generation, maka formasi KA Jayabaya menjadi 4 kereta eksekutif (K1), 5 kereta ekonomi new generation (K3 NG) dan 1 kereta makan pembangkit (MP3).
Adapun jadwal perjalanan KA Jayabaya relasi Pasar Senen-Malang yaitu berangkat dari Pasarsenen pukul 17.25 WIB dan tiba di Malang pukul 06.20 WIB. Untuk relasi Malang-Pasar Senen, berangkat dari Malang pukul 12.30 WIB dan tiba di Pasar Senen pukul 01.38 WIB.
"Kenapa Jayabaya dulu, karena kereta api yang paling melalui daerah daerah yang terpanjang, sehingga ini bisa dirasakan sebanyak mungkin penumpang," pungkas dia.
