Kumparan Logo

Langkah Indonesia Bikin Harga Nikel Dunia Melambung

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Peninjauan tambang Nikel Milik PT Vale Indonesia Foto:  Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peninjauan tambang Nikel Milik PT Vale Indonesia Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Harga nikel dunia di London Metal Exchange (LME) mengalami kenaikan tertinggi sejak awal tahun. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/8) lalu, harga nikel naik sebesar 7 persen. Kontrak nikel tiga bulan naik hingga USD 16.690 per metrik ton di awal sesi, tetapi berhasil ditutup USD 15.880 per ton atau masih naik 7,2 persen dari hari sebelumnya.

Sejak awal tahun, harga nikel telah naik lebih dari 50 persen di London Metal Exchange. Pergerakan harga ini menjadikan nikel salah satu komoditas dengan kinerja terbaik secara global.

Dikutip dari The Wall Street Journal, kenaikan tertinggi ini terjadi seiring dengan merebaknya rencana pemerintah Indonesia yang bakal mempercepat pelarangan ekspor bijih nikel. Berdasarkan aturan, seharusnya rencana pelarangan eskpor bijih nikel baru berjalan pada 2022.

"Pendorong utama kenaikan nikel adalah ada laporan bahwa pemerintah Indonesia bakal memberlakukan larangan ekspor bijih nikel lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya oleh pasar. Ini meningkatkan momok pasokan yang lebih ketat tahun depan," kata analis dikutip Minggu (12/8).

Selain kabar pelarangan ekspor bijih nikel lebih cepat dari target, naiknya harga nikel dunia juga karena pertumbuhan kendaraan listrik. Sebab, nikel merupakan bahan baku baterai kendaraan masa depan tersebut.

Pemerintah Indonesia akan melarang ekspor bijih nikel dalam 3 tahun mendatang, karena ingin bahan baku tersebut tak dijual secara mentah, tapi bisa diolah di dalam negeri. Dengan begitu, harga jualnya lebih tinggi. Pengolahan bijih nikel di dalam negeri juga bakal menolong industri manufaktur dalam negeri yang membutuhkan bahan baku ini.

Menurut laporan Reuters, pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang mempertimbangkan untuk memperketat larangan lebih cepat dari jadwal, tetapi dia enggan mengomentari kemungkinan tersebut. Meski belum kepastian, pasar tetap bereaksi dan menyebabkan harga nikel naik.

Foto bersama dalam acara Peluncuran mobil taksi listrik Bluebird (e-Taxi) di Kantor Pusat Bluebird Group. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Indonesia merupakan produsen bijih nikel terkemuka selain Filipina dan China. Harga nikel telah meningkat tahun ini karena campuran gangguan pasokan di seluruh dunia dan permintaan yang lebih tinggi untuk logam dari pasar kendaraan listrik, khususnya untuk baterai.

Namun, permintaan nikel tidak berpengaruh terhadap ketidakpastian terhadap perang dagang AS-China. Pada hari Rabu, Citi Research memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan nikel untuk 2019 dari 5,8 persen menjadi 4,7 persen karena eskalasi perang perdagangan baru-baru ini. Namun, Citi mencatat bahwa pertumbuhan pasar kendaraan listrik kemungkinan akan mengimbangi kehilangan permintaan lebih lanjut.

Melambatnya aktivitas di China juga dapat memicu permintaan nikel sebab manufakturnya masih membutuhkan bahan baku ini. .

"Jika Indonesia memilih untuk melarang ekspor nikel lebih awal dari 2022, maka defisit nikel di seluruh dunia akan meningkat menjadi sekitar 100.000 metrik ton," menurut laporan Citi Research.

Namun, tanpa larangan ini, harga nikel akan segera melihat aksi jual potensial.

"Bagi saya, kecuali Indonesia melarang nikel sekarang, harga-harga ini tidak dapat dibenarkan," kata Direktur Pelaksana Riset Komoditas untuk BMO Capital Markets Colin Hamilton.

Terkait rumor percepatan larangan ekspor nikel, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Aryono belum merespons konfirmasi kumparan.