Langkah Telkomsel Jual Menara ke Mitratel Dipuji Wamen BUMN
·waktu baca 2 menit

Langkah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menjual menara telekomunikasi ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), menuai pujian dari Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Dia menilai penjualan menara itu sebagai konsolidasi bisnis, bagian dari langkah besar restrukturisasi portfolio Telkom Group.
Pria yang akrab disapa Tiko itu, menilai aksi korporasi anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom itu merupakan 'unlocking value', yang sejalan dengan fokus Kementerian BUMN.
“Utamanya dalam restrukturisasi untuk mengembalikan BUMN ke bisnis inti masing-masing dengan tujuan menciptakan nilai yang baik dan membangun competitiveness,” kata Kartika Wirjoatmodjo, melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10).
Untuk diketahui, Telkomsel menandatangani perjanjian jual beli (Sales Purchase Agreement/ SPA) dengan Mitratel, pada Selasa (20/10) lalu. Baik Telkomsel maupun Mitratel, keduanya merupakan anak perusahaan Telkom Group. SPA ini menandai selesainya tahap pertama, sebanyak 1.911 menara dari rencana pengalihan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel.
Penandatanganan SPA dilakukan oleh Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dan Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, yang disaksikan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, serta jajaran direksi Telkom, Telkomsel, dan Mitratel.
Pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi Telkomsel ke Mitratel, dilakukan bertahap yang ditargetkan selesai pada akhir triwulan I tahun 2021.
Jumlah Menara Telkom Lampaui Milik TOWR
Dikutip dari Bloomberg, Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael W Setjoadi dan Marco Antonius, menyebut total transaksi itu mencapai Rp 10,3 triliun untuk 6.050 menara Telkomsel. "Transaksi ini relatif mahal jika dibandingkan harga pasar Rp 1 miliar per penyewa," ujarnya.
Tapi transaksi ini punya nilai strategis karena bagian dari langkah Telkom untuk mengkonsolidasikan rencana IPO Mitratel. Jika transaksi ini tuntas, maka Mitratel akan memiliki 22 ribu menara. Jumlah itu melampaui menara telekomunikasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yakni sebanyak 21.271 menara. Protelindo merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).
Wamen Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, Telkom sebagai strategic asset bagi Kementerian BUMN dan Indonesia perlu memiliki 'sustainable value creation'.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, mengatakan Telkom Group terus membangun kapasitas menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dan kawasan. Yakni dengan memperkuat ekosistem digital melalui konsolidasi internal, sinergi BUMN, inovasi dan terbuka terhadap setiap peluang kerja sama strategis yang saling menguntungkan dengan berbagai mitra global.
