Layanan Digital Makin Canggih, Kantor-kantor Cabang Bank Mandiri Bakal Ditutup?
·waktu baca 2 menit

Bank Mandiri melakukan digitalisasi untuk meningkatkan layanan pada nasabah. Aplikasi Livin' by Mandiri berlogo kuning yang diluncurkan baru-baru ini dapat melayani berbagai bentuk transaksi digital selayaknya layanan cabang dalam genggaman.
Hingga September 2021 sebanyak 98,6 persen total transaksi perbankan Bank Mandiri telah beralih ke digital. Total transaksi finansial Livin' by Mandiri sampai dengan November 2021 telah menembus lebih dari Rp 1.500 triliun dengan jumlah pengunduh sebanyak lebih dari 9 juta pengguna. Sedangkan, transaksi wholesale Bank Mandiri hampir menyentuh Rp 11.000 triliun per akhir November 2021.
Dengan semakin canggihnya aplikasi Livin' by Mandiri, bagaimana nasib kantor-kantor cabang ke depan?
Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, tidak semua nasabah suka dengan layanan digital. Tidak semua nasabah sudah melek digital. Kantor cabang masih dibutuhkan untuk melayani nasabah-nasabah ini.
"Tidak semua nasabah sudah melek teknologi. Ada juga nasabah yang lebih senang datang langsung ke kantor cabang. Misalnya di luar Jawa, di Indonesia Timur. Jadi digitalisasi tidak serta merta menghilangkan kantor cabang," kata Rudi saat berbincang dengan media di Yogyakarta, Jumat (17/12).
Meski demikian, Rudi tak menampik bahwa jumlah kantor cabang akan dipangkas. Terutama kantor-kantor cabang yang lokasinya terlalu dekat. Sebagai pengganti kantor cabang, Bank Mandiri juga akan membuat digital box. Nasabah bisa melakukan pelayanan secara mandiri (self service).
"Kantor cabang akan kita sederhanakan. Kantor-kantor yang jaraknya terlalu dekat akan kita jadikan satu," tuturnya.
Ia juga menyatakan, para pekerja tidak akan di-PHK karena kebijakan ini. Transformasi digital juga membutuhkan sumber-sumber daya manusia. Pekerja yang ada dapat dialihkan ke fungsi-fungsi baru.
"Tidak ada lay off. Digitalisasi juga memerlukan banyak tenaga. Pekerja dipindahkan ke fungsi-fungsi baru," tutupnya.
