Lion Air Mau Bangun 10 Hanggar di Batam, Biayanya Capai Rp 10 Triliun

Bos Lion Air Group Edward Sirait buka-bukaan soal rencana bisnis perusahaan untuk beberapa tahun ke depannya di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Salah satunya adalah memperbanyak hanggar mereka dengan nilai investasi triliunan rupiah hingga 2029.
Dalam diskusi bersama media di Batam Aero Technic (BAT), Kamis (27/6), Edward, mengungkapkan tahun depan bakal memperluas hanggar yang ada di BAT. Ini merupakan hanggar terbesar yang dimiliki Lion Air yang berlokasi dekat Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
Edo, sapaan akrab Edward, menuturkan BAT bakal membangun sekitar 10 hanggar di atas lahan 30 hektare secara bertahap. Saat ini, sudah ada 4 hanggar yang beroperasi 24 jam untuk merawat dan memperbaiki pesawat milik Lion Air Group di lahan yang sama.
"Kalau jadi semua, bisa Rp 10 triliun (investasi yang dibutuhkan), lengkap dengan semua peralatannya," kata Edo di kantor BAT, Kamis (27/6).
Untuk tahun depan, perusahaan bakal membangun 4 hanggar dengan kapasitas pesawat yang bisa dirawat sebanyak 8 unit. Semantara pada 3 hanggar yang sudah beroperasi sejak 2014 bisa merawat 15 pesawat dalam satu hari secara bersamaan.
Pantauan kumparan, di area seluas 30 hektare ini memang masih banyak lahan kosong. Tanahnya berwarna merah dan berundak yang sebelumnya merupakan hutan yang dimiliki pemerintah Batam. Lion Air Group menyewanya selama 50 tahun melalui BP Batam.
"Tanah ini dulunya hutan. Kita mau bangun hanggar lagi di sini, membuka lapangan pekerjaan. Sekarang pegawai MRO ada 1000, nanti kalau semuanya jadi, bisa 10.000 karyawan," ucap Edo.
Sementara itu Presiden Direkur BAT, I Nyoman Rai Pering, mengatakan untuk pembangunan 3 hanggar di tahun depan bakal menyedot biaya rata-rata Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. Nantinya, 3 hanggar bisa menampung 8 pesawat untuk dirawat.
Saat ini dalam tahap finalisasi desainnya yang menjadi fase III. Adapun fase II yang berisi pendukung hanggar, perawatan komponen pesawat sudah selesai dibangun di BAT.
"Sudah tahap desain, mulai start tahun depan. Tahap berikutnya lagi, 3 tahun lagi bangun lagi. Total nanti ada 42 pesawat selama 10 tahun ke depan hanggar dibangun," kata dia.
Di hanggar ini, BAT punya empat sertifikat atau lisensi dari empat negara, yakni Kementerian Perhubungan, FAA dari AS, lisensi penerbangan dari Malaysia, dan lisensi dari penerbangan sipil Thailand.
Saat ini Lion Air tengah mengejar sertifikat EASA dari Eropa dengan pembangunan hanggar yang ada dan beberapa syarat yang diperlukan. Selain di Batam, hanggar Lion Air ada di Cirebon, Surabaya, Palangkaraya, dan Tangerang.
