Kumparan Logo

Live Now! Kelas Investasi: Unicorn Masuk Bursa, Layakkah Sahamnya Dikoleksi?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelas Investasi episode 4, membahas prospek saham unicorn. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kelas Investasi episode 4, membahas prospek saham unicorn. Foto: kumparan

Live Kelas Investasi Klik di Sini

Kelas Investasi kembali hadir untuk episode Juli, mengangkat tema unicorn yang akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menjadi sejarah di bursa saham Indonesia, karena untuk pertama kalinya startup teknologi melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Hal ini ditandai dengan penjualan perdana saham startup teknologi bidang e-commerce, Bukalapak, yang akan melantai di bursa saham pada 6 Agustus 2021. Menyusul Bukalapak, GoTo yang merupakan hasil merger Gojek dan Tokopedia, akan menempuh langkah serupa pada kuartal IV 2021.

Masih dalam posisi rugi, Bukalapak mematok harga saham-nya di pasar perdana pada kisaran Rp 750-Rp 850, dengan target perolehan dana IPO yang fantastis Rp 21,9 triliun. Animo investor disebut-sebut sangat antusias, hingga oversubscribe 4 kali lipat dari target tersebut.

Informasi dari kalangan pelaku pasar menyebutkan, GoTo punya target pendanaan dari IPO yang jauh lebih besar dari itu. Lantas, apakah di tengah kinerja keuangan korporasinya yang masih 'merah', saham-saham unicorn itu layak dikoleksi?

Biar hitungan prospek cuan kamu lebih rasional dan terhindar dari boncos, perlu menyimak Kelas Investasi yang akan membahas topik tersebut. Akan ada Co-founder Ngertisaham, Frisca Devi Choirina, yang hadir melalui live instagram kumparan pada Jumat, 30 Juli 2021 pukul 19.00 WIB.