Lobi Dubes, Petani Milenial Lembang Ingin Tingkatkan Ekspor Sayuran ke Singapura

Petani milenial asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melobi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, untuk bisa meningkatkan ekspor sayuran. Sebelumnya para petani muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Macakal itu, baru sebatas melakukan ekspor baby buncis saja.
Untuk bisa meningkatkan volume serta keragaman jenis sayuran yang diekspor, Ketua Kelompok Tani Macakal, Triana Antri, menemui Suryopratomo pada Rabu (23/9) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, para petani berkomitmen untuk bisa memenuhi standar kualitas sayuran untuk bisa menembus pasar ekspor Singapura.
"InsyaaAllah kami sanggupi permintaan dan arahan Pak Dubes, agar ekspor sayur mayur terwujud segera. Selama ini kita sudah ekspor baby buncis, tapi itu masih lewat pihak ketiga sebagai eksportir," kata Antri dalam perbincangan, Minggu (27/9)
Kelompok Tani Macakal selama ini memasok 1,2 ton baby buncis per bulan, untuk dikirim ke Singapura melalui eksportir. Dari bisnis itu serta produk sayuran dan hortikultura lainnya, mereka bisa meraup omzet Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per bulan.
Tak puas hanya memasok baby buncis, mereka pun berharap bisa mengekspor langsung jenis sayuran lainnya seperti sawi, tomat, cabai merah, cabai rawit, dan komoditas sayuran lain yang mereka tanam.
Secara keseluruhan, ada 26 jenis komoditas sayuran yang dibudidayakan Kelompok Tani Macakal. Lahan garapannya pun tak terbatas hanya di Kecamatan Lembang, namun juga merambah ke Kecamatan Ciwidey di Kabupaten Bandung, juga ke Kabupaten Sumedang dan Sukabumi. Total areal yang digarap kelompok tani ini mencapai 22 hektare yang dikelola kelompok tani.
"Kita ketemu Pak Dubes, siapa tahu peluang ekspor ini bisa lebih mudah diwujudkan dan kerjasama dengan pemerintah Singapura di sektor pertanian bisa terjalin lebih erat," ujarnya.
Suryopratomo yang akrab disapa Tomy, mengapresiasi rencana Kelompok Tani Macakal untuk meningkatkan ekspor sayuran ke Singapura. Tapi dia mengingatkan kelompok tani harus menjaga kualitas produk sayur-mayur, serta konsisten dalam kapasitas yang dipasok.
"Jika sayur mayur warga Singapura dipasok dari Lembang, ini prestasi luar biasa dan menambah kesejahteraan petani," kata Tomi.
Dia juga mengingatkan para petani untuk membuat kemasan yang baik agar kualitas sayuran tetap terjaga. Tomi berjanji akan membantu Kelompok Tani Macakal untuk menembus pasar ekspor Singapura.
