Kumparan Logo

Luhut: Kita Sudah Amankan 480 Juta Stok Vaksin

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan
zoom-in-whitePerbesar
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengeklaim telah mengamankan ratusan juta dosis vaksin corona. Vaksin ini didapat dari lobi-lobi terhadap sejumlah negara, mulai dari China, Amerika, hingga Australia.

Setidaknya, kata Luhut, pemerintah telah mendapatkan sebanyak 480 juta dosis vaksin. Pasokan yang ada itu, ia harapkan dapat memenuhi target pemerintah untuk menyalurkan satu juta dosis vaksin per hari.

"Indonesia telah mengamankan stok vaksin sementara 480 juta. Pada Juli ditargetkan 1 juta per hari, saya laporkan kadang-kadang lebih, kadang-kadang di bawah," ujar Luhut dalam virtual conference, Kamis (15/7).

Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, (12/7). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Hingga saat ini, kata Luhut, persentase pelaksanaan vaksinasi tertinggi yakni untuk Pulau Bali yang sudah menyentuh angka 80 persen. Sementara untuk Jakarta, sudah mencapai setengah dari total penduduknya.

Luhut menjelaskan, vaksinasi ini didapat dari berbagai negara yang telah ia lobi. Termasuk juga sejumlah bantuan lainnya terkait fasilitas kesehatan lainnya seperti oksigen konsentrator.

"Kami sudah menerima bantuan internasional. Ini Anda lihat negara-negara yang sudah kita hubungi dan mereka sudah jalan, dari Singapura, Uni Emirat Arab, saya sudah bicara menterinya juga dari Tiongkok, kebetulan dari Australia," pungkas Luhut.

kumparan post embed

Purnawirawan Jenderal TNI itu mengakui bahwa saat ini banyak kasus mereka yang sudah divaksin pun tetap terjangkit COVID-19 varian delta. Namun dari kasus-kasus yang ada, lanjut Luhut, vaksin setidaknya mampu mengurangi efek yang dirasakan.

"Varian delta ini mampu menurunkan efikasi dari pada seluruh jenis vaksin, orang yang bilang vaksin Pfizer yang paling hebat itu di Israel dia turun tajam. Termasuk juga, AstraZeneca, Moderna dan lainnya," pungkas Luhut.

"Kecepatan vaksin ini penting, walaupun menurun efekasinya di varian delta. Tapi pengalaman kita yang sudah divaksin tidak terlalu parah efeknya saat terjangkit," sambung pemegang komando PPKM Darurat itu.