Luhut Minta Dukungan China untuk Proyek Baterai Listrik hingga Ekspor Durian

12 Juni 2024 20:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Kepala National Development and Reform Comission (NDRC) Zheng Shanjie di Beijing, China, Rabu (12/6/2024). Foto: Kemenko Marves
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Kepala National Development and Reform Comission (NDRC) Zheng Shanjie di Beijing, China, Rabu (12/6/2024). Foto: Kemenko Marves
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta dukungan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional atau National Development and Reform Comission (NDRC) untuk berbagai proyek yang digarap pemerintah. Permintaan itu dia sampaikan saat bertemu dengan Kepala NDRC Zheng Shanjie di Beijing, China, Rabu (12/6).
ADVERTISEMENT
Luhut mengatakan Indonesia telah berkomitmen tinggi untuk mewujudkan transisi energi dan membangun industri energi terbarukan. Dengan begitu, dia berharap agar NDRC mendukung proyek baterai di kawasan industri Buli.
“Saya harap NDRC dapat mendukung kerja sama antara CBL (joint venture CATL, Brunp, dan Lygend) dan IBC (Indonesia Battery Corporation) untuk produksi proyek battery materials dan proyek battery recycling di kawasan industri Buli, Maluku Utara,” tuturnya dalam keterangan resmi.
Selain terkait kawasan industri Buli, Menko Luhut juga menyinggung kawasan industri Kaltara. Kawasan ini akan menjadi game changer dan model kerja sama negara berkembang. Pemerintah Indonesia telah menyesuaikan peraturan untuk memastikan keamanan jaminan bahan baku untuk proyek petrokimia.
“Saya berharap Pak Zheng dapat mendukung implementasi kawasan industri Kaltara ini. Selain itu, kami terus mendukung investor Tiongkok yang akan membangun pabrik kaca (PV Glass) di Indonesia termasuk Kaltara,” imbuhnya.
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meresmikan pabrik pertama yang memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia. Foto: Harita Group
Kerja sama lainnya adalah ekspor durian Indonesia ke China. Tim NDRC telah berkunjung ke Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar. Setelah ini, Luhut akan ada pertemuan dengan General Administrastion of Customs China (GACC) untuk mendorong Impor Protokol Durian.
ADVERTISEMENT
Luhut pun juga mengutarakan, bahwa di sela-sela World Water Forum ke-10 pada 20 Mei 2024 lalu di Bali, telah ditandatangani LoI Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang dapat mendukung kerja sama blended finance Indonesia-China di berbagai bidang.
Shanghai dan Hong Kong dapat menjadi pusat blended finance di China dan berkolaborasi dengan organisasi internasional yang mendukung kerja sama South-South Cooperation. China Development Bank adalah mitra dari Tri Hita Karana yang berperan penting dalam mempelopori blended finance.