Malaysia Pertimbangkan Ikut Langkah Indonesia untuk Larang TikTok Shop
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan untuk melarang TikTok Shop, kebijakan seperti yang telah dilakukan Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, Fahmi Fadzil, terkait banyaknya keluhan yang disampaikan pedagang di negaranya.
Tak hanya pedagang skala UMKM, Fahmi mengaku keluhan serupa juga dia dengar dari toko-toko besar, terkait persaingan harga tak sehat yang dilakukan TikTok Shop.
"Karenanya Malaysia akan mempertimbangkan tindakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk melarang transaksi e-commerce di platform media sosial TikTok," kata Fahmi Fadzil seperti dilansir media Malaysia The Star, dikutip Senin (9/10).
“Banyak masyarakat Malaysia yang menggunakan platform TikTok Shop untuk menjual barang. Oleh karena itu, saya akan meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia (MCMC) dan kementerian untuk melihat dasar tindakan yang diambil pemerintah Indonesia,"
-Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, Fahmi Fadzil-
Dia mengaku akan meminta penjelasan TikTok soal pelarangan terhadap aplikasi itu untuk berjualan. Khususnya terkait tudingan predatory pricing seperti dikeluhkan pelaku UMKM Indonesia.
TikTok, kata Fahmi, juga harus menjelaskan soal perlindungan data pribadi yang menjadi kekhawatiran masyarakat saat berbelanja di platform tersebut.
“Saya kira semua (platform) media sosial akan mempelajari perilaku penggunanya, mulai dari apa yang kita suka, apa yang kita bagikan, apa yang kita beli, dan apa yang kita tonton," ujarnya.
Fahmi mengatakan diskusi dengan pihak TikTok penting, karena Kementerian Komunikasi dan Digital juga telah menerima keluhan dari organisasi media mengenai penggunaan media sosial yang berdampak pada operasional mereka.
Media Malaysia mengeluhkan kue iklan yang diambil alih oleh platform media sosial seperti TikTok, hingga menggerus pendapatan dan bisnis media lokal. Hal ini pun menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital Malaysia.
