Mandiri Sekuritas Raup Laba Rp 94 Miliar per Semester I 2021, Naik 201 Persen
ยทwaktu baca 3 menit

PT Mandiri Sekuritas (Mansek) meraup laba Rp 94 miliar sepanjang semester I 2021 atau meroket 201 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 31 miliar.
Laba perusahaan tersebut diperoleh dari pendapatan yang juga meningkat. Hingga akhir Juni 2021, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini berhasil mengumpulkan pendapatan Rp 465 miliar atau naik 61 persen dibandingkan Juni 2021 sebesar Rp 288 miliar.
Kinerja positif ini didukung terutama oleh pertumbuhan bisnis retail dan global bond melalui anak usaha Mansek di Singapura, yaitu Mandiri Securities Pte. Ltd (MSPL).
"Masih mengikuti tren pertumbuhan di 2020, pada semester I 2021 ini peningkatan bisnis retail masih signifikan. Pendapatan bisnis di lini ini meningkat 189 persen yang dicapai di periode yang sama tahun lalu," kata Plt Direktur Utama Mansek, Silva Halim, dalam konferensi pers kinerja semester I 2021 secara daring, Rabu (21/7).
Tak hanya pertumbuhan bisnis ritel yang naik, jumlah nasabah Mansek juga meningkat 73 persen per 30 Juni 2021 dibanding periode yang sama tahun lalu. Tren ini didukung perubahan gaya hidup masyarakat dari tradisional ke digital selama pandemi COVID-19.
Selain perubahan gaya hidup masyarakat menjadi digital, kinerja pasar modal yang tangguh selama pandemi, besarnya likuiditas, berkurangnya mobilitas, serta meningkatnya akses informasi dan edukasi melalui media digital yang lebih mudah mendorong naiknya inklusi keuangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup stabil di kisaran 6.000 sepanjang semester I 2021 dengan proyeksi target 6.850 akan tercapai di akhir tahun 2021. Pasar obligasi juga rebound di Kuartal II 2021 seiring dengan penurunan yield SUN dengan kembali masuknya investor asing ke pasar obligasi, setelah sempat terkoreksi di kuartal I 2021.
"Secara total imbal hasil, investasi di pasar obligasi pada kuartal II 2021 sebesar +3,4 persen, menghapus imbal hasil negatif di Kuartal I 2021 yang tercatat -2,4 persen, sehingga secara year-to-date pasar obligasi mencatatkan +1 persen yang berarti melanjutkan tren kinerja yang baik," kata Silva.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mansek Heru Handayanto menjelaskan, pertumbuhan bisnis Mandiri Sekuritas yang sangat kuat juga didukung oleh pendapatan bisnis global bond dari Mandiri Securities Singapore yang meningkat 32 persen per 30 Juni 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Pangsa pasar IDR Bond Underwriting kita 15,4 persen dengan nilai Ep 5,3 triliun. Global Bond kita punya pangsa pasar 10,4 persen atau nomor 2 dengan nilai transaksi Rp 1,5 miliar. SUN Trading pangsa pasar 15,5 persen dengan nilai mencapai Rp 130,1 triliun, ekuitas trading Rp 240,9 triliun, pangsa pasar 7,5 persen," ujar Heru.
Per 30 Juni 2021, Investment Banking Mansek telah menyelesaikan 15 penjaminan obligasi rupiah antara lain: Aneka Gas Industri, Pembangunan Jaya Ancol, dan Pegadaian, 7 penjaminan global bond, antara lain: Golden Energy, Indofood, Sarana Multi Infrastruktur, Bank Mandiri, dan Pertamina, 2 right issues, yaitu: Summarecon dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, serta 1 IPO: Archi Mining.
Untuk Semester II 2021, Mandiri Sekuritas akan terus berfokus kepada pengembangan bisnis retail yang berkelanjutan melalui inovasi layanan teknologi digital; Mandiri Online Securities Trading (MOST), memperkuat posisi di industri pasar modal Indonesia dan regional Asia, serta bersinergi dengan Mandiri Group.
Perusahaan optimistis peluang pertumbuhan di semester II 2021 didukung kerja keras dan inovasi menghadirkan solusi keuangan pasar modal bagi para nasabah, sehingga tercipta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan baik nasabah maupun perusahaan.
