Kumparan Logo

Manfaat Holding Rumah Sakit BUMN, Biaya Perawatan dan Obat Lebih Murah

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Kementerian BUMN (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Kementerian BUMN (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) sebagai induk BUMN holding rumah sakit terus menggenjot sinergi BUMN. Hari ini, Pertamedika IHC menandatangani MoU dengan sejumlah BUMN, termasuk soal pemanfaatan aset rumah sakit BUMN yang idle (tak terpakai).

Direktur Utama Pertamedika IHC, Dany Amrul Ichdan mengatakan banyaknya aset rumah sakit yang belum dimanfaatkan bisa saja dioptimalkan untuk membangun rumah sakit baru. Potensi itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan setidaknya sebanyak 20 rumah sakit baru ke depannya.

[Baca juga: Holding Rumah Sakit BUMN Teken 10 Perjanjian Kerja Sama]

"Kita target membangun banyak lagi rumah sakit, paling tidak kita harus ada tambahan 20 rumah sakit lagi. Lalu, program kerja untuk memperbaiki proses bisnis, agar biaya rumah sakit efisien, maka biaya obat-obatan juga harus lebih efisien," ujar dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/6).

Dany menambahkan, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan penyedia obat-obatan. Sehingga ada diskon bagi rumah sakit BUMN sehingga membuat harganya lebih kompetitif dibanding rumah sakit milik swasta.

"Jadi kita kerja sama dengan misalnya Kimia Farma, dan juga kliniknya yang dikerja samakan di IHC Group. Konsumen diupayakan tidak lari ke swasta. Harga obat IHC Group, akan mendapatkan harga obat yang lebih murah. Diskon yang terbesar itu bisa 60 persen," tuturnya.

Selain itu, holding BUMN rumah sakit akan melakukan proses sentralisasi pengadaan, renegosiasi dengan pabrik obat dan alat kesehatan, sehingga kemampuan ekonomi RS BUMN semakin kuat.

Kantor Kementerian BUMN di Medan Merdeka Selatan. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Kementerian BUMN di Medan Merdeka Selatan. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Sehingga cost nya efisien dan bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang efisien dan terjangkau. Hasilnya untuk investasi, perbaikan infrastruktur rumah sakit dan menyekolahkan dokternya," paparnya.

Adapun ada 10 MoU yang diteken hari ini, dalam rangka Sinergi Pendanaan BUMN (Bank, Ventura, dan sebagainya). Semuanya terealisasi dengan Perjanjian Kerja sama antara Pertamedika IHC dengan Perusahaan BUMN sebagai berikut:

1. PT Garuda Indonesia dalam alih kelola 4 buah klinik milik garuda menjadi IHC Group,

2. PT Telkom Medika yang membawahi 24 Klinik di Jakarta dan Bandung dimana mereka semua masuk dalam IHC Group dan merujuk ke RSPP sebagai Center of Referral,

3. Kepala PPSDM Depkes untuk distribusi Dokter Spesialis ke RS BUMN di daerah,

4. PT Ad Medika selaku Third party Administrator untuk seluruh pengelolaan Managed Care BUMN,

5. PT In Health sebagai Asuransi untuk pembayaran top up sistem pelayanan kesehatan karyawan BUMN,

6. Bank BTN untuk persetujuan prinsip kredit biaya pembangunan RS baru di Medan, Solo dan juga Aksi Korporasi dalam rencana akuisisi RS BUMN serta bridging dana operasional RS BUMN yang kesulitan Cashflow dengan bunga dan persyaratan yang lebih ringan,

7. KONI untuk kerjasama memberikan pelayanan kesehatan selama Asian games 2018 di palembang dan semua event yang diselenggarakan KONI, kita sebagai provider dan atas budget Pemerintah,

8. Kimia Farma untuk kerjasama pemberian harga obat terbaik di seluruh lndonesia untuk IHC Group dan join pengelolaan seluruh Klinik milik Kimia Farma dengan IHC Group serta menjadikan seluruh RS IHC Group sebagai rujukan utama pasien yang berobat di Klinik Kimia Farma,

9. Wijaya Karya/Wika sebagai Investor dan developer perencanaan dan pembangunan RS IHC Group,

10. PT Telekomunikasi lndonesia Tbk untuk kerjasama di bidang Digitalisasi dan penggunaan ICT (lnformation & Communication Technology) untuk jaringan infrastruktur sistem informasi RS BUMN IHC Member.