Marks & Spencer Akan Tutup 8 Gerainya, 500 Pekerja Terancam PHK

Ritel internasional Marks & Spencer (M&S) berencana menutup delapan gerai di negara asalnya, Inggris. Depalan gerai itu antara lain di Andover, Basildon, Bridlington, Denton, Falmouth, Fareham, Keighley, dan Stockport.
Atas rencana penutupan delapan gerainya, sekitar 500 pekerja mereka terancam dirumahkan atau PHK. Pada tahun lalu, tersiar kabar M&S juga menutup tokonya di Birkenhead, Bournemouth, Durham, Fforestfach, Putney, dan Redditch.
Direktur Ritel di M&S, Sacha Berendji, mengatakan penutupan dilakukan karena ingin bertransformasi digital untuk memberikan keistimewaan bagi pelanggan, kolega, dan pemegang saham, Mereka akan mengoptimalkan penjualan via situs M&S.com.
“M&S akan selalu menjadi bagian integral dari pengalaman pelanggan kami. Tapi kami harus memastikan bahwa kami memiliki tawaran yang tepat di lokasi penjualan yang juga tepat,” katanya seperti dikutip dari Mirror.uk.com, Kamis (1/2).
Berendji percaya perubahan ini sangat penting bagi masa depan M&S. Mereka terus mempercepat program dan segera mengambil keputusan yang penting agar membuat M&S bisa bertahan.
Lalu bagaimana nasib pekerjanya?
Berendji mengatakan staf dari gerai yang ditutup akan dipindahkan ke gerai M&S yang lain. Pemindahan dilakukan sebelum mempertimbangkan redundansi.
“Kami tidak ingin ada rekan kerja yang meninggalkan M&S. Karenanya kami ingin mereka mendapatkan apa yang terbaik bagi mereka dengan memberikan peran ke toko lain,” katanya.
Ritel yang sudah berdiri sejak 1884 ini juga tengah membatasi pembukaan store mereka yang lain, Simply Food dalam enam bulan ke depan.
Adapun total gerai yang dimiliki M&S di Inggris ada 1.025 unit. Di Indonesia sendiri, mereka hadir di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Bekasi, Medan, dan Surabaya.
