Ma'ruf Amin Bicara soal Pemangkasan BUMN: Nanti Jadi Sekitar 100 Saja

Wakil Presiden Ma'ruf Amin angkat bicara terkait kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Banyaknya jumlah BUMN dengan cakupan bidang yang terlalu luas, menurut Ma'ruf, akan dijadikan tolok ukur bagi Kementerian BUMN untuk melakukan perampingan.
Diketahui hingga saat ini tercatat ada 142 BUMN yang bergerak di sejumlah bidang, di antaranya ialah migas, pangan, farmasi, infrastruktur, telekomunikasi sampai dengan perfilman dan penerbitan buku.
"Menurut penilaian Kementerian BUMN selaku pemegang kendali semua BUMN, jumlah dan cakupan bidang tadi terlalu besar dan luas sehingga perlu dikurangi, dirampingkan sesuai line of business dan kebutuhan pembangunan agar lebih efisien, kompetitif, dan memberikan hasil yang lebih baik," ujar Ma'ruf saat memberikan kuliah umum kepada peserta PPRA 60 dan 61 Lemhannas RI, Kamis (9/7).
Perampingan itu, menurutnya disesuaikan dengan tujuan utama dari pembentukan BUMN itu sendiri yakni memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional dan penerimaan negara. Selain itu, BUMN juga dituntut harus mampu memberikan manfaat melalui layanan barang dan jasa bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.
"Salah satu kriteria yang dijadikan pegangan adalah kemampuan value creation dan kemampuan melaksanakan Public Service Obligation atau layanan publik yang baik," ucap Ma'ruf.
Untuk kepentingan perampingan itu, Ma'ruf menyebut pihak BUMN masih terus melakukan assesment atas portofolio dari tiap BUMN. Hasil akhir dari penilaian itu nantinya akan berupa penggabungan atau merger bagi BUMN yang dinilai mampu untuk meningkatkan nilai tambah serta layanan publiknya.
Sebaliknya bagi BUMN yang tak mampu memenuhi kriteria yang ditentukan, ancaman likuidasi hingga penghapusan lembaga akan diberikan.
"Kementerian BUMN memperkirakan nantinya jumlah BUMN akan menjadi sekitar 100 buah saja," beber Ma'ruf.
Langkah perampingan melalui penilaian kinerja itu, menurut Ma'ruf Amin, wajib dilakukan sebagai salah satu respons pemerintah dalam menghadapi persaingan global, sekaligus meningkatkan daya saing dan produktivitas nasional.
"Sesuai dengan tujuan pembentukannya, diharapkan BUMN ke depan akan lebih mampu memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional, termasuk dalam turut serta membesarkan UMKM," kata Ma'ruf.
