Kumparan Logo

Masalah di Seleksi CASN 2023: Data Kelulusan Keliru hingga Percobaan Joki

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana  peserta Tes CPNS di Surabaya. Foto: Dok: Kemenkumham Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Suasana peserta Tes CPNS di Surabaya. Foto: Dok: Kemenkumham Jatim

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen menjabarkan hasil evaluasi pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023. BKN mencatat masih ada masalah pada tahapan seleksi administratif.

"Banyak sekali persoalan terkait dengan seleksi administrasi di mana kami melihat banyaknya instansi-instansi pada saat melakukan seleksi administrasi tidak akurat di dalam menetapkan status kelulusan seorang peserta," kata Suharmen saat raker dengan Komisi II DPR RI, Rabu (17/1).

Data tersebut misalnya seperti kualifikasi pendidikan peserta yang tidak sesuai persyaratan hingga sertifikasi yang dilampirkan peserta. Padahal, sertifikasi tersebut mempengaruhi penilaian dan kelulusan peserta seleksi CASN.

"Pada kenyataannya banyak dari peserta tersebut yang diluluskan pada saat seleksi administrasi," tegasnya.

Masalah lain yang dia temukan pada seleksi CASN 2023 adalah masih adanya percobaan joki. Padahal BKN telah memperketat mekanisme peserta, di mana ada dua kali pengecekan pengenalan muka, ketika di meja pendaftaran dan ketika sudah masuk di ruangan steril untuk memulai terus.

Suasana peserta Tes CPNS di Surabaya. Foto: Dok: Kemenkumham Jatim

Sebelum diperketat, peserta yang nakal menggunakan modus mereka dengan izin ke toilet kemudian digantikan oleh joki yang masuk ke ruangan dan mengerjakan tes. Dalam seleksi CASN 2023, BKN ternyata masih menemukan percobaan praktik joki.

"Kami mendapati ada orang yang tetap mencoba menerobos, kemarin tertangkap sekitar 8 orang di 3 titik lokasi, Makassar, Surabaya, dan di Lampung. Tiga daerah ini, terutama terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk kementerian/lembaga," kata dia.

Suharmen melanjutkan, ada status kelulusan yang diusulkan instansi untuk dicabut karena setelah dicek sertifikat yang diinput peserta tidak memenuhi persyaratan.

"Kemudian ada 3.781 peserta oleh instansi dilakukan perubahan afirmasi, yang tadinya dia tidak punya sertifikasi setelah dicek datanya ternyata ada, data sertifikatnya. Kemudian dimintakan pengolahan ulang oleh BKN," katanya.

instagram embed