Masih Tertinggal, Sudah Saatnya Industri Asuransi Jiwa Lakukan Digitalisasi?

14 September 2021 13:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
ADVERTISEMENT
Hampir seluruh sektor melakukan digitalisasi saat ini. Terlebih pandemi COVID-19 membuat digitalisasi berbagai sektor semakin cepat.
ADVERTISEMENT
Namun sampai saat ini industri asuransi jiwa belum sepenuhnya melakukan digitalisasi. Hanya melalui insurtech, yang sebenarnya perannya hanya sebagai broker.
"Harus embrace teknologi dalam hal ini digital, memang kita lihat industri asuransi ini bagian dari industri keuangan yang proses dgitalisasinya agak boleh dibilang di belakang bank. Sekarang sudah ada bank digital. Asuransi digital saya belum denger tuh," ujar Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono, Selasa (14/9).
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melihat ini sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan para penyedia asuransi jiwa. Dia meyakini, bila industri asuransi jiwa melakukan digitalisasi, bisa merambah pasar yang lebih luas.
Utamanya kalangan muda yang jelas lebih melek teknologi. Ini bisa dijadikan sebagai cara untuk bisa menjangkau pasar muda yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
"Jadi asuransi saya lihat akan ke sana walaupun memang jalannya lebih bertahap. Jadi enggak langsung ke online, tapi ada online dan offline-nya. Jadi awalnya menjangkau orang dengan online, tapi dalam proses berikutnya ada offline-nya," jelasnya.
"Ada telemarketing-nya, bukan proses pelayanannya secara digital, tapi juga menjangkau pasarnya juga secara digital. Harus pikirkan gimana customer journey-nya, gimana supaya sangat mudah dan gampang orang memilih atau membeli produk asuransi melalui online," lanjutnya.
Digitalisasi industri asuransi jiwa menurutnya bisa dilakukan dengan perubahan secara internal. Atau jika memang belum sanggup, bisa perlahan dengan memanfaatkan inusrtech.
"Juga belajar untuk bisa sesuaikan kecepatan perubahan teknologi sehingga ke depannya bisa menjangkau lebih banyak nasabah. Saya juga percaya bahwa dengan kanal digital ini yang dijangkau akan lebih banyak lagi generasi muda," tutupnya.
ADVERTISEMENT