Masker hingga Klorokuin Laris, Laba Kimia Farma Melesat 87 Persen

29 Juli 2020 17:48
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
com-Kimia Farma Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
com-Kimia Farma Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan kenaikan laba perusahaan yang cukup signifikan pada kuartal pertama tahun 2020. Di tengah baru merebaknya virus corona, BUMN di bidang farmasi itu mengalami peningkatan laba sampai nyaris dua kali lipat.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo, mengatakan bahwa laba perusahaan melonjak sebesar 87,94 persen.
"Laba operasi perseroan meningkat sebesar 87,9 persen, yaitu sebesar Rp 160,8 miliar di triwulan satu 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 85,6 miliar," jelas Verdi dalam konferensi pers virtual Kimia Farma memaparkan hasil RUPST, Rabu (29/7).
Apotik Kimia Farma. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Apotik Kimia Farma. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Adapun pendapatan perusahaan hingga akhir periode itu, kata Verdi, sebesar Rp 2,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat 32,37 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,8 triliun.
Selanjutnya, liabilitas perusahaan juga naik sebesar 14,29 persen, dari Rp 8,9 triliun menjadi Rp 14,29 triliun. Total aset yang dimiliki perseroan dalam periode itu tercatat sebesar Rp 17,2 triliun, atau bertambah 47,7 persen dari sebelumnya Rp 11,6 triliun.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, faktor utama yang membuat pendapatan perusahaan melonjak yakni meningkatnya penjualan setelah Kimia Farma mendapat tugas menangani penyebaran virus corona.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Imam Fathorrahman, mengatakan beberapa produk yang menggenjot pendapatan yakni klorokuin hingga alat-alat kesehatan lainnya.
"Produk apa saja yang penjualannya naik itu, di antaranya klorokuin, azithromycin, suplemen dan juga masker," jelasnya.