Masuk Holding BUMN Pangan, PT Perindo Bangun Ekosistem Perikanan Berkelanjutan
·waktu baca 3 menit

PT Perikanan Indonesia (Perindo) terus bangun ekosistem pangan berkelanjutan yang fokus pada kualitas operasional bisnis perikanan di tahun 2022, usai menjadi anggota dari BUMN Holding Pangan atau ID FOOD.
Anak perusahaan ID FOOD yang bergerak di sektor perikanan ini akan memastikan tiga tujuan dari ekosistem perikanan berkelanjutan, yakni ketersediaan perikanan, keterjangkauan produk perikanan kepada masyarakat, dan inklusivitas nelayan.
Direktur Utama PT Perindo, Sigit Muhartono, mengatakan ekosistem perikanan yang berkualitas dimulai dari pengumpulan raw material atau bahan baku ikan yang berkualitas.
Untuk mendapatkan bahan baku ini, PT Perindo akan menggenjot penyerapan ikan nelayan sebagai off taker, kerja sama dengan pemilik kapal besar, mengambil dari pasar bebas dan menangkap ikan dengan kapal milik sendiri.
Selanjutnya, bahan baku ikan ini akan dilakukan processing atau pengolahan sebelum dilakukan penjualan. Dalam proses pengolahan, PT Perindo akan fokus ke arah hilirisasi produk untuk memaksimalkan added value atau nilai tambah.
Untuk mendukung ekosistem yang berkelanjutan, PT Perindo juga didukung dengan infrastruktur existing di 15 cabang di seluruh Indonesia, seperti Unit Pengolahan Ikan (UPI), Cold Storage, Air Blast Freezer, pabrik es, docking kapal, hingga pelabuhan perikanan.
"Dengan membangun ekosistem perikanan dari hulu dan hilir ini, kami ingin berkontribusi dalam program pemerintah Lumbung Ikan Nasional sekaligus berkontribusi menyumbang devisa berupa ekspor hasil laut Indonesia," kata Sigit melalui keterangan resmi, Rabu (9/2).
Sigit menjelaskan, industri perikanan di Indonesia sudah mencapai self-sufficiency level di atas 100 persen. Artinya, kebutuhan domestik sudah bisa dipenuhi untuk produksi domestik. Dengan begitu, PT Perindo akan fokus menggenjot ekspor karena saat ini, kontribusi pasar ekspor PT Perindo masih sekitar 10 persen dari total produksi tahun 2021.
Adapun jangkauan ekspor PT Perindo saat ini sudah tersebar ke 9 negara, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Filipina, China, Singapura, Mesir, Taiwan, dan Korea Selatan.
Sigit berkata, potensi pasar perikanan sangat besar. Indonesia masuk 6 besar negara dengan Zona Ekonomi Eksklusif terbesar di dunia dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Kapitalisasi produk perikanan di dunia mencapai USD 178 miliar.
Akan tetapi volume market Indonesia hanya menyumbang USD 4 miliar atau tidak lebih dari 3 persen. Oleh karena itu, PT Perindo akan memperbaiki ekosistem ikan dengan menjadikan nelayan sebagai prioritas. Mitra nelayan Perindo saat ini tercatat 1.400 nelayan.
“Dengan menambah potensi penangkapan ikan baik dari serapan nelayan, tangkapan dengan kapal sendiri dan kerja sama dengan mitra pemilik kapal, maka target tangkapan ikan tahun ini mencapai 22.041 ton,” pungkas Sigit.
Sebelumnya, Direktur Utama ID FOOD Arief Prasetyo Adi, mengatakan potensi Perikanan cukup besar, oleh karenanya ekosistem pangan sektor perikanan ke depan akan meningkatkan kerja sama distribusi channel market retail baik Pasar tradisional maupun modern.
“Perluasan kerja sama market retail sektor perikanan diharapkan masyarakat dapat menjangkau komoditas ikan dengan mudah hingga ke pelosok daerah, kerja sama koperasi, BUMDes, Pasar tradisional hingga modern market,” jelas Arief.
