Masuk Proyek SGAR Inalum, Danantara Bakal Suntik Modal USD 192 Juta
ยทwaktu baca 3 menit

Danantara Indonesia disebut akan berinvestasi di proyek Smelter Grade Aluminium Refinery (SGAR) Fase 1 dan 2 milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Inalum membutuhkan modal dari Danantara sekitar USD 192 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun (kurs Rp 16.700 per dolar AS).
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, perusahaan tengah membutuhkan beberapa dukungan pemerintah. Kepada Danantara, dia meminta sokongan modal untuk ekspansi proyek smelter alumina yang memerlukan capital expenditure (capex) USD 3 miliar.
"Pastinya kami selalu mengharapkan dukungan dari Danantara Indonesia untuk menghadirkan skema pembiayaan inovatif dan juga kolaborasi strategis dengan global untuk mempercepat realisasi projek-projek yang capital-nya ini bisa lebih besar dari USD 3 miliar," ungkapnya saat Rapat Komisi VI DPR, Kamis (20/11).
Melati menjelaskan, pembahasan suntikan modal dari Danantara masih berlangsung, di mana Danantara rencananya akan berpatisipasi pada 15 persen saham di proyek SGAR 1 dan 2.
Adapun dari total capex sebesar USD 3,2 miliar, Inalum akan penuhi dengan 60 persen pinjaman dan 40 persen ekuitas. Dengan partisipasi 15 persen, maka Danantara akan meninjeksi modal sekitar USD 192 juta.
"Kalau kita pakai 60-40 persen debt, itu sekitar USD 192 juta yang kita perlukan dari Danantara, USD 192 juta kalau kita memberikan sekitar 15 persen dari share (partisipasi) terhadap project-nya," jelas Melati.
Namun demikian, karena pembahasan masih berlanjut, Melati menyebutkan total injeksi dana itu bisa saja berubah tergantung keputusan Danantara. Saat ini, asumsi masih berkutat pada 15 persen partisipasi proyek.
"Support masih on going discussion, termasuk yang USD 192 juta itu masih pakai asumsi 15 persen partisipasi di proyek, jadi itu bisa lebih kecil, bisa lebih besar, tergantung appetite Danantara," ungkap Melati.
Inalum saat ini fokus pada pengembangan hilirisasi dan ekspansi kapasitas produksi melalui 4 proyek. Pertama, SGAR Fase 1 yang progresnya saat ini masih 98,56 persen, sebab perusahaan masih dalam proses pengerjaan hauling road, tailing dump, dan dan pembebasan tanah.
Pada proyek SGAR 1, porsi saham saat ini masih dipegang Inalum 60 persen dan PT Aneka Tambang (Antam) 40 persen. Melati menjelaskan, komitmen masuknya Danantara pada proyek tersebut sudah berbentuk Letter of Intent (LoI).
"Nanti rencananya kita ada diskusi dengan Danantara, dan Danantara akan masuk ke dalam SGAR 1 dan SGAR 2 untuk investasi di alumina. Kita sudah mulai diskusi, jadi LoI-nya dari Danantara sudah kita terima. Ini dalam proses due diligent," tutur Melati.
Proyek SGAR Fase 1 diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahn 2025. Sementara proyek SGAR fase 2, yang menambah kapasitas menjadi 2 juta ton alumina per tahun, ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2028.
Proyek selanjutnya adalah New Smelter Alumina di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun. Proyek ini diperkirakan bisa rampung pada tahun 2029.
Terakhir adalah ekspansi smelter eksisting Inalum di Kuala Tanjung, yakni penambahan potline dengan target penambahan 100-245 ribu ton aluminium sesuai dengan kemampuan listrik yang tersedia di area Sumatera Utara. Targetnya dapat beroperasi pada 2029 sampai 2031.
