Mau Cuti Liburan, Perhatikan Perencanaan Keuangan Ini

Menjelang akhir tahun, tak jarang karyawan ingin menikmati waktu cutinya dengan berlibur. Bukan saja untuk melepas penat dan lelah bekerja, momen cuti liburan pun bisa menjadi waktu tepat bonding bersama keluarga tercinta.
Meski terlihat sepele, perencanaan keuangan untuk cuti liburan juga tak bisa diabaikan lho. Tentunya, jika tak mau kantong jebol karena pengeluaran yang bocor.
Perencana keuangan Eko Indarto mengingatkan perlunya karyawan melakukan list kebutuhan apa yang bakal dilakukan saat cuti liburan. Tak hanya itu, disiplin terhadap prioritas yang telah disusun itu juga penting.
"Dalam hal ini harus punya prioritas ke mana dulu dikeluarkan, kalau mereka mau liburan siapkan untuk perjalan pergi dan pulang. Kemudian baru kedua, akomodasi untuk tempat tinggal di sana. Ketiga, untuk makan dan lainnya," katanya ketika dihubungi kumparan, Rabu (21/11).
Eko melanjutkan, anggaran untuk cuti liburan memang perlu disiapkan khusus sejak jauh-jauh hari. Misalnya saja, tiap bulan menargetkan menyisihkan tabungan dari penghasilan hingga jika memang perlu bisa mengurangi konsumsi berlebih.
"Baru kalau memang mendesak bisa mengambil simpanan atau dana cadangan untuk sementara. Namun, upayakan sebetulnya untuk tidak mengotak-atik ya karena itu untuk masa depan, kalau bisa ngambilnya dari bonus," imbuhnya.
Namun intinya, kata dia, anggaran untuk cuti liburan itu jangan sampai melebihi dari uang yang telah terkumpul dan direncanakan sebelumnya.
"Yang pasti sih ketika mereka liburan harus disisakan uang separuh dari keuangan bulanan karena setelah liburan mereka harus mencukupi kebutuhan setengah bulannya lagi kan," ujarnya.

Sementara untuk mengantisipasi pengeluaran cuti liburan membengkak, Eko mengimbau agar karyawan tidak tergoda berlebihan memborong oleh-oleh hingga menerima banyak titipan saat liburan yang justru bisa jadi pos pengeluaran tak terduga yang besar.
"Jika memungkinkan jangan menerima titipan yang tak langsung dibayar, karena biasanya saat membeli titipan kita tak memikirkan biayanya, sudah sampai rumah diberikan titipannya tapi ternyata dia masih mengutang sampai bulan depan," katanya.
Di samping itu, Eko mewanti-wanti agar karyawan juga menyiapkan uang lebih untuk berjaga-jaga selama cuti liburan. Apalagi, di musim liburan akhir tahun yang biasanya animo berlibur juga tinggi. Tak elak, ada pos-pos pengeluaran yang harganya bisa tiba-tiba melonjak.
"Harus mempersiapkan biaya kemahalan. Kalau enggak mau mahal, ya enggak usah ke mana-mana liburan cutinya, intinya harus memperhatikan segala kemungkinan bengkaknya biaya liburan," tutupnya.
