Kumparan Logo

Mau Pasang PLTS Atap? Ada Kredit Murah dari BRI

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga melintas di bawah panel surya Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/1).  Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga melintas di bawah panel surya Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/1). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT LEN Industri (Persero) resmi bekerja sama untuk memberikan kredit murah bagi masyarakat yang ingin membeli PLTS Atap. Hal ini guna mendorong target bauran energi 23 persen pada tahun 2025.

Kerja sama ini secara detail dikerjakan oleh tiga pihak, PT LEN Industri, Bank BRI, dan Dewan Energi Nasional (DEN). Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Jakarta I Rudhy Sidharta menjelaskan, BRI mendukung penuh rencana pemerintah dalam mencapai target bauran energi.

Untuk mendorong target tersebut, BRI menyediakan skema pembiayaan pengadaan PLTS Atap bagi masyarakat.

“Bentuk pembiayaan BRI sangat fleksibel jangka waktunya bisa disesuaikan sampai dengan 15 tahun, suku bunga 0,92 persen, besarannya juga nanti disesuaikan dengan biaya untuk pemasangan PLTS Atap,” jelasnya saat menandatangani MoU bersama LEN, Kamis (21/1).

Petugas memeriksa instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio PT LEN Industri, Linus Andor Maulana Sijabat mengatakan, saat ini perusahaan berkontribusi sebesar 40 persen dari total pemasangan PLTS Atap.

“Bahwa mungkin sekitar 150 PLTS renewable yang ada di Indonesia hampir 40 persen dipasang PT LEN. Kami konsisten sejak 1990 sudah berkecimpung di PLTS,” katanya.

kumparan post embed

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto menambahkan, kerja sama ini akan membantu pegawai kementerian dalam melakukan pemasangan PLTS Atap.

“Karena pemberian BRI tanpa agunan, dan jangka panjang disesuaikan kemampuan pegawai, dengan adanya PLTS ini maksimum biaya listrik 1 juta, tanpa kita mengeluarkan biaya tambahan untuk listrik,” imbuhnya.