Mau Pasang PLTS Atap Biar Listrik di Rumah Gratis? Bank Mandiri Beri Kreditnya

Pemasangan panel listrik surya di atap rumah atau PLTS Atap makin populer sebagai bentuk pengembangan energi baru terbarukan. Sayangnya, sistem tersebut kerap dirasa cukup mahal untuk pemasangan di awal. Karenanya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menawarkan kredit tanpa agunan untuk pemasangan PLTS Atap.
Senior Vice President Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus Koernianto, mengatakan pihaknya menyiapkan pembiayaan dengan skema kartu kredit atau pinjaman tanpa agunan yang murah dan dapat dicicil untuk pemasangan panel surya.
"Tahap awal skema yang akan kami keluarkan untuk nasabah yang sudah memiliki payroll di Bank Mandiri," kata Josephus melalui keterangan tertulis, Kamis (20/5).
Skema pembiayaan ini diluncurkan Bank Mandiri bekerja sama dengan Dewan Energi Nasional dan PT LEN Agra Energy. Tujuannya untuk mendukung energi hijau dan menurunkan emisi karbon dengan cara pemasangan panel surya pada atap rumah hunian.
Masyarakat yang bisa menikmati layanan ini, antara lain pegawai pemerintahan dan swasta yang menyalurkan pendapatan tetap melalui Bank Mandiri. Melalui skema payroll, konsumen dapat mengajukan limit maksimal sebesar Rp 1 miliar dengan jangka waktu kredit paling lama 15 tahun.
Harga paket solar panel paling murah berukuran 1 kWp senilai Rp 20 juta. Sedangkan paket tertinggi berukuran 5 kWp dengan harga mencapai Rp 70 juta. Saat ini Bank Mandiri hanya memberikan paket harga tersebut hanya untuk wilayah Jabodetabek.
Sedangkan untuk pembelian panel surya di luar Jabodetabek akan dikenakan biaya tambahan, seperti Banten Rp 2,75 juta, Jawa Barat Rp 3,5 juta, Jawa Tengah dan Yogyakarta Rp 5 juta, serta Jawa Timur Rp 7 juta.
Konsumen yang ingin memiliki listrik bersih hanya perlu mengisi aplikasi permohonan kredit dengan lengkap dan benar, serta melengkapi fotokopi KTP dan NPWP.
Seperti diketahui, program kredit payroll panel surya tersebut merupakan bentuk dukungan Bank Mandiri terhadap target pencapaian bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025.
Pemerintah dan pelaku industri sejak tahun lalu terus berupaya untuk mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia agar bisa bersaing dengan energi fosil.
Hingga akhir 2020, realisasi bauran energi bersih di Indonesia telah mencapai 11,2 persen atau 10,6 gigawatt dengan target 2025 sebesar 24 gigawatt.
Bank Mandiri berharap dapat terus mendukung program pemerintah untuk menggali dan memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan PLTS Atap. Hal ini mengingat potensinya yang cukup besar di Indonesia, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).
