Kumparan Logo

Mebel Asal China Serbu Pasar Indonesia, Impor Naik 28,97% di Kuartal I 2024

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di pameran mebel dan kerajinan internasional terbesar di tanah air bertajuk "Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024" kembali digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (29/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di pameran mebel dan kerajinan internasional terbesar di tanah air bertajuk "Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024" kembali digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (29/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Produk-produk mebel impor asal China membanjiri pasar dalam negeri. Berdasarkan data Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (Himki) dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang kuartal I 2024, impor produk mebel naik 28,97 persen menjadi Rp 2,07 triliun dibanding periode sama pada tahun sebelumnya.

Produk mebel impor asal China berkontribusi paling besar (83,76 persen) terhadap total impor. Beberapa negara importir lainnya seperti Vietnam (3,16 persen), Malaysia (2,25 persen), Amerika Serikat (1,94 persen).

Lalu diikuti Italia (1,61 persen), Jerman sekitar (1,32 persen), Singapura (0,80 persen), Taiwan (0,77 persen), Korea Selatan (0,53 persen), Jepang (0,53 persen), dan lain-lain (3,33 persen).

"Utamanya dari China makin kuat gempur negara tujuan ekspor, ada trend masyarakat beli barang smart furniture simple dan harga murah," kata Ketua Umum Himki, Abdul Sobur kepada kumparan, Selasa (16/7).

Himki menilai pemerintah perlu meningkatkan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 65 persen-85 persen pada produk mebel.

"TKDN harus di naikan agar mereka tidak mudah masuk," imbuhnya.

Produk-produk mebel yang dipajang di IFEX Foto: Siti Maghfirah/kumparan

Sementara itu, impor produk kerajinan mengalami penurunan 7,54 sepanjang kuartal I 2024. Meski demikian nilai impor masih tinggi sekitar Rp 1,8 triliun.

China masih menjadi penyumbang terbesar impor produk kerajinan sepanjang kuartal I 2024 sebesar 65,75 persen. Diikuti Korea Selatan (6,87 persen), Hongkong (5,71 persen), Vietnam (3,40 persen), Jepang (3,25 persen), Singapura (3 persen), Taiwan (1,86 persen), India (1,77 persen), Italia (1,73 persen), AS (1,49 persen), dan lain-lain (5,17 persen).

Pria yang akrab dipanggil Sobur ini menilai penurunan impor produk kerajinan akibat daya beli masyarakat menurun. Selain itu, produk craft cukup kompetitif. Namun, secara keseluruhan impor mebel dan kerajinan Januari-Maret 2024 secara kumulatif mengalami kenaikan 8,81 persen sekitar Rp 3,9 triliun.

instagram embed