Menengok Stasiun MRT Dukuh Atas yang Dibangun 24 Meter di Bawah Tanah

28 Maret 2018 17:44
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
ADVERTISEMENT
Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Dukuh Atas merupakan prasarana yang dibangun PT MRT Jakarta jelang pengoperasian pada Maret 2019. Adapun pembangunan Stasiun MRT Dukuh Atas sendiri dimulai sejak akhir tahun 2013 lalu.
ADVERTISEMENT
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, menyebut Stasiun MRT Dukuh Atas merupakan stasiun MRT terdalam dibandingkan stasiun MRT bawah tanah lainnya. Adapun stasiun itu berada di kedalaman 24 meter di bawah tanah.
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
“Ini paling dalam, stasiun ini di 24 meter di bawah tanah. Di antara semua stasiun underground, ini yang paling dalam,” ujarnya saat ditemui di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).
Berdasarkan pantauan di lapangan, Stasiun MRT Dukuh Atas memiliki 3 lantai. Lantai pertama adalah gerbang masuk stasiun. Sementara di lantai dua terdapat loket dan prasarana stasiun lain yang masih dalam tahap konstruksi.
Sedangkan di lantai tiga merupakan peron stasiun, di mana terdapat dua jalur rel. Menurut Silvi, Stasiun Dukuh Atas dibangun hingga kedalaman 24 meter di bawah tanah karena harus melewati kanal banjir barat di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konstruksi Stasiun MRT Dukuh Atas (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
“Karena kita harus melewati kanal banjir barat, terowongan kita harus lewat di bawahnya dia. Makanya stasiun kita lebih dalam. Kalau yang lain itu dua lantai saja, rata-rata 16-18 meter. Di sini sampai 3 lantai,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dia menyebut, nantinya Stasiun MRT Dukuh Atas akan menjadi stasiun MRT tersibuk. Sebab stasiun itu akan terintegrasi dengan lima transportasi publik lainnya, yakni LRT, TransJakarta, Bus Rapid Transit, Commuterline, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
“Karena di titik ini, Stasiun Dukuh Atas akan terjadi simpul 5 moda transportasi, di sini titik di mana orang interchange. Makanya yang tersibuk,” kata Silvi.