Mengenal LinkAja, Aplikasi BUMN yang Masuk ke GOJEK

Dua perusahaan teknologi Indonesia, GOJEK dan LinkAja, mengumumkan kolaborasi strategis yang akan dijalin. Rencananya, LinkAja akan hadir ke dalam aplikasi GOJEK untuk melengkapi opsi pembayaran nontunai yang saat ini baru diisi oleh GOPAY.
Meski belum ditetapkan, fitur pembayaran LinkAja akan hadir di aplikasi GOJEK dalam waktu dekat pada tahun ini. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, masyarakat menjadi semakin nyaman dalam mengakses aplikasi GOJEK.
"Kami berharap bahwa melalui kerja sama ini, pengguna GOJEK jadi memiliki lebih banyak pilihan pembayaran dan masyarakat pun bisa semakin nyaman dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari," kata President GOJEK, Andre Soelistyo, dalam keterangan resmi, Senin (8/7).
Lantas, siapakah LinkAja yang membuat GOJEK mau bekerja sama? Apa keunggulannya? Berikut kumparan sajikan:
1. Milik 7 BUMN
LinkAja yang beroperasi di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) ini merupakan bentukan 7 BUMN yaitu PT Telkomsel, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, LinkAja memiliki misi untuk memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat Indonesia. Kehadiran LinkAja juga diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan dan menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
“Rendahnya inklusi keuangan di Indonesia salah satunya disebabkan karena masyarakat masih memilih bertransaksi secara tunai,” ungkap Rini di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/6).
2. Bisa Tarik Tunai via LinkAja
LinkAja memiliki lebih dari 100 ribu titik Cash In Cash Out (CICO) untuk mengisi saldo dan tarik tunai, termasuk Grapari Telkomsel, puluhan ribu ATM Link Himbara dan jaringan ATM Bersama, serta lebih dari 100 ribu jaringan outlet Mitra LinkAja (MiLA).
Fitur unggulan terbaru LinkAja adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit, hanya dengan menggunakan smartphone di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang instan tanpa harus membawa kartu.
Selain itu, LinkAja juga menjadi satu-satunya uang elektronik di Indonesia yang melayani remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Aplikasi ini juga bisa digunakan pada SPBU Pertamina, pembayaran jalan tol, dan berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bus, LRT, MRT, pesawat.
“Dengan ini kami berharap keberadaan LinkAja memperkaya offering yang ada di masyarakat, bukan menawarkan hal yang sama,” jelas CEO LinkAja Danu Wicaksana.
3. Transaksi Isi Saldo Sudah Capai Rp 600 Miliar
Meski belum lama beroperasi, namun LinkAja sudah menunjukkan pencapaian yang baik bagi dompet digital. Chief Operating Officer (COO) LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, jumlah transaksi pengisian saldo LinkAja mencapai Rp 600 miliar per bulan.
“Cash-in monthly GTV Rp 600 miliar, itu tidak termasuk P2P transfer,” katanya di Energy Building, Jakarta, Kamis (4/7).
Haryati melanjutkan, jumlah pelanggan cash-in LinkAja itu hingga saat ini berjumlah sekitar 3,5 juta. Di antaranya, meliputi perbankan hingga retail. Sementara, titik penerimaan pengisian saldo LinkAja hingga Juni 2019 telah mencapai 160 ribu titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
