Bisnis
·
21 Juli 2021 7:14
·
waktu baca 2 menit

Mengenal NSO Group, Perusahaan Israel yang Meretas Ribuan iPhone di Dunia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengenal NSO Group, Perusahaan Israel yang Meretas Ribuan iPhone di Dunia (260556)
searchPerbesar
Ilustrasi hacker yang melakukan kejahatan siber. Foto: Shutter Stock
NSO Group, perusahaan teknologi asal Israel, dilaporkan sukses meretas ribuan unit ponsel canggih, iPhone 11 dan 12. Aksi pembobolan teknologi ponsel yang selama ini diklaim paling aman itu, dilakukan terhadap iPhone milik jurnalis, aktivis sipil, hingga kalangan politisi.
ADVERTISEMENT
Kasus peretasan itu diungkapkan organisasi HAM dan hak-hak sipil global, Amnesty International. Lembaga itu bekerja sama dengan Forbidden Stories, mengungkapkannya dalam laporan bertajuk 'Pegasus Project: Apple iPhones compromised by NSO spyware'.
"Analisis forensik kami telah menemukan bukti yang tak terbantahkan bahwa melalui serangan zero-click iMessage, spyware NSO telah berhasil menginfeksi model iPhone 11 dan iPhone 12. Ribuan iPhone berpotensi disusupi," kata Wakil Direktur Teknologi Amnesty International, Danna Ingleton, dikutip Rabu (21/7).

Alat Sadap NSO Group Ada di Indonesia

Bukan sekali ini ulah NSO Group bikin heboh. Sebelumnya perusahaan teknologi asal Israel itu juga dituduh meretas akun whatsapp milik 1.400 orang berpengaruh di dunia. Akibatnya Facebook yang merupakan induk perusahaan whatsapp, menggugat NSO Group pada 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Setahun sebelumnya, karyawan NSO Group yang justru menggugat Facebook, atas tuduhan memblokir akun Facebook mereka secara sepihak.
Mengenal NSO Group, Perusahaan Israel yang Meretas Ribuan iPhone di Dunia (260557)
searchPerbesar
Penjualan pertama iPhone 11 di iBox Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
Dikutip dari laman resmi perusahaan, kiprah NSO Group dimulai pada 2009. Produk teknologi mereka digunakan berbagai negara di dunia, diklaim untuk memerangi terorisme, kejahatan siber, perdagangan narkoba, hingga sistem penyelamatan dalam operasi SAR.
Selain itu, perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Tel Aviv, Israel ini, juga mengembangkan alat intelijen siber khusus bernama Pegasus. Teknologinya bisa menyadap berbagai platform siber dan juga digunakan di Indonesia.
Anggota komisi I DPR RI, Effendi Simbolon menyebut menyebut Indonesia memang memakai Pegasus. Menurutnya, sudah lama sistem itu digunakan oleh para intelijen Indonesia, terutama menangani terorisme.
ADVERTISEMENT
Demikian pesatnya bisnis NSO Group, perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat (AS), Fransisco Partners Management pun tertarik memberikan pembiayaan. Dikutip dari Forbes, NSO Group menerima suntikan dana USD 120 juta pada 2014.
Tapi pada 2019, Fransisco dilaporkan menjual kepemilikan NSO Group ke warga Israel yang merupakan salah seorang pendiri perusahaan teknologi itu. Pengambilalihan kepemilikan ini memanfaatkan pendanaan dari perusahaan investasi asal Inggris, Novalpina Capital.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020