Mengenal Resesi, Kelesuan Ekonomi yang Dialami Banyak Negara Akibat Pandemi
ยทwaktu baca 2 menit

Indonesia telah masuk jurang resesi sejak kuartal III 2020. Adapun status resesi resmi disandang Indonesia setelah pertumbuhan ekonomi tercatat minus dalam dua kuartal berturut-turut.
Pada kuartal II 2020, ekonomi tercatat minus 5,32 persen. Kemudian pada kuartal III 2020, ekonomi Indonesia kembali terkontraksi minus 3,49 persen.
Kontraksi pun masih berlanjut pada kuartal IV 2020, pertumbuhan ekonomi saat itu tercatat minus 2,19 persen. Memasuki 2021, lagi-lagi pertumbuhan ekonomi masih negatif yaitu itu minus 0,74 persen.
Lalu apa itu resesi?
Secara sederhana resesi bisa diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang melambat. Kondisi ini memberikan efek domino yang luas kepada masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang minus berarti kegiatan ekonomi tidak berjalan secara maksimal. Dalam kondisi pandemi, lesunya kegiatan ekonomi disebabkan oleh pembatasan aktivitas masyarakat secara signifikan. Dampaknya banyak aktivitas perdagangan tidak berjalan lancar, pusat ekonomi lumpuh dan membuat pemasukan seret.
Untuk menghindari kerugian, perusahaan harus melakukan penghematan besar-besaran. Beberapa perusahaan terpaksa mengurangi tenaga kerja.
Hal ini bisa menimbulkan gelombang PHK. Lapangan pekerjaan akan semakin sempit, sehingga angka pengangguran juga makin meningkat. Banyaknya masyarakat yang menganggur akhirnya menyebabkan daya beli turun.
Namun Indonesia tidak sendirian. BPS juga mencatat beberapa negara lain telah mengalami resesi, di antaranya Amerika Serikat yang ekonominya minus 7 persen (yoy) di kuartal III, setelah kuartal sebelumnya minus 13,3 persen (yoy).
Disusul Korea Selatan yang minus 1,3 persen (yoy) di kuartal III, setelah kuartal sebelumnya juga minus 2,7 persen (yoy). Hong Kong minus 9 persen (yoy) di kuartal II dan minus 3,4 persen (yoy) di kuartal III.
"Di Uni Eropa bahkan lebih dalam lagi, kontraksi 13,9 persen (yoy) di kuartal II dan kembali minus 3,9 persen (yoy) di kuartal III. Kalau kita lihat masih kontraksi di berbagai negara di kuartal III ini, meskipun tak sedalam kuartal sebelumnya," ujar Kepala BPS, Suhariyanto.
Di kuartal III 2020 lalu tercatat ada beberapa negara yang juga masuk jurang resesi. Antara lain Amerika Serikat, Australia, Hong Kong dan Korea Selatan. Selain itu Singapura juga mengalami resesi setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 minus 3,3 persen dan kuartal II 2020 minus 41,2 persen (qtq). Selain itu Jepang, Jerman, Prancis dan Italia juga menghadapi kondisi serupa.
