Kumparan Logo

Mengincar Milenial, Bank BRI Membidik Pasar Masa Depan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto, menyampaikan pengarahan kepada perwakilan karyawan dari 19 wilayah operasi Bank BRI di acara 'BRI Service Excellent Competition 2019' di Denpasar, Bali. Foto: Dok. Bank BRI.
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto, menyampaikan pengarahan kepada perwakilan karyawan dari 19 wilayah operasi Bank BRI di acara 'BRI Service Excellent Competition 2019' di Denpasar, Bali. Foto: Dok. Bank BRI.

Bukan latah jika Bank BRI turut mengincar milenial, sebagai target pasarnya. Ada alasan kuat, mengapa generasi kelahiran 1980-an hingga 2000-an ini, jadi pasar yang diperebutkan.

Mengutip data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), populasi milenial di Indonesia mencapai 90 juta jiwa. Itu artinya sepertiga dari total penduduk.

Selain secara populasi cukup besar, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Suprajarto, menilai karakteristik milenial sejalan dengan tren industri perbankan ke depan. Dan tren itu juga yang diikuti Bank BRI.

Mengutip studi yang dilakukan Boston Consulting Group (BCG) bersama dengan University of California Berkeley, milenial lebih memilih smartphone ketimbang televisi. Generasi itu, juga sangat gandrung dengan media sosial, sebagai sumber informasi.

Intinya, studi yang dilakukan pada 2011 itu menunjukkan, salah satu karakter milenial adalah menyukai teknologi.

Kecenderungan tersebut dibaca benar oleh Bank BRI. Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto, menyatakan perubahan preferensi customer terhadap layanan keuangan, menuntut perbankan untuk lebih sigap dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.

“Dengan begitu, kita dapat memberikan customer experience yang lebih baik lagi,” katanya saat menyampaikan sambutan di penutupan acara 'BRI Service Excellence Competition 2019' di Bali, Sabtu (27/7) lalu.

Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto, menyampaikan pengarahan kepada perwakilan karyawan dari 19 wilayah operasi Bank BRI di acara 'BRI Service Excellent Competition 2019' di Denpasar, Bali. Foto: Dok. Bank BRI.

Salah satu preferensi yang dimaksud Suprajarto, adalah pilihan nasabah untuk bertransaksi melalui platform berbasis teknologi digital. Hal ini telah terjadi di kalangan nasabah Bank BRI.

Menurutnya, transaksi nasabah yang melalui e-channel (digital) pada 2018, terus meningkat. Pertumbuhannya mencapai 85 persen dari 2017. Demikian juga pada 2017, tumbuh 79,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebaliknya transaksi yang melalui traditional channel seperti unit kerja, justru menurun sebesar 15 persen,” ujar Suprajarto. Bahkan pada 2019, transaksi melalui e-channel diperkirakan akan terus meningkat hingga pertumbuhannya sekitar 90 persen.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi Foto: Dok. BRI

Sejalan dengan itu, Direktur Layanan dan Jaringan Bank BRI, Osbal Saragi Rumahorbo, menjelaskan pihaknya telah melakukan standardisasi perangkat IT (Information Technology) di semua unit kerja.

Karena perangkatnya sudah sama, maka standard dan kecepatan layanan dimana pun yang diberikan oleh Bank BRI kepada nasabahnya, juga harus sama. “Kan (nasabah) milenial ini maunya serba cepat. Maka front liner kita juga harus lincah,” kata Osbal dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, BRI juga meremajakan petugas-petugas di garda depan. Tujuannya supaya bisa mengikuti tuntutan dan dinamika milenial, yang menjadi target pasar.

“Jadi kita sekarang ini hampir 80 persen di BRI itu generasi milenial. Usianya itu antara yang lahir tahun 80 ke atas. Enggak ada sekarang front liner kita itu yang usianya ibu-ibu atau bapak-bapak,” imbuhnya.

Dia mengakui, dari total pemilik rekening di BRI saat ini, sekitar 76 persen berusia 45 tahun ke atas. Sisanya 23 persen dari kelompok usia milenial dan junior. Tapi pada sisi lain, dari setiap 10 pembukaan rekening baru, lima di antaranya atau 50 persen adalah milik nasabah milenial.

Platform digital seperti aplikasi yang diluncurkan BRI, menjadi salah satu cara untuk menjangkau pasar milenial. Foto: Elsa Olivia Karina L Toruan/kumparan

“Jujur, kalau dari usia kan mereka belum usia produktif. Masih usia sekolah. Justru mereka masih butuh bantuan finansial. Tapi kita lihat jangan hari ini, kita lihat ke depan,” tandas Osbal.

Jadi, lanjutnya, strategi bisnis yang dilakukan Bank BRI adalah memberikan layanan perbankan terbaik pada semua nasabah. Termasuk kalangan milenial.

“Ke depan, kalau dia sudah menerima penghasilan, harusnya besar pun dia, kalau sudah punya penghasilan, mereka tetap setia dengan kita. Karena sudah punya customer experience yang bagus,” ujar Osbal.

BRILIAN Center salah satu fasilitas di Kantor Pusat Bank BRI untuk mewadahi aktivitas dan mengembangkan talent internal dari kalangan milenial. Foto: Muhammad Rezky Agustyananto/kumparan.com

Lebih dari itu, BRI juga mengharapkan nasabah-nasabah barunya tak hanya menyimpan dana mereka. Tapi juga memanfaatkan beragam produk yang ditawarkan. Baik itu yang konsumtif maupun produktif.

Seperti memanfaatkan pinjaman usaha. Untuk segmen UMKM, Bank BRI bisa memberikan hingga Rp 50 miliar. Kalau pun belum bankable, bisa menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

“Jadi punya kelebihan uang, simpan di BRITAMA. Butuh yang lain, semua transaksi bisa dari situ. Mau beli mobil ada KKB, mau beli rumah ada KPR, mau beli saham ada sekuritas. Enggak perlu ke bank lain atau platform transaksi lain. Seperti belanja e-commerce, bayar tagihan. Jadi purchasing, payment, juga bisa lewat BRI mobile,” pungkas dia.

Generasi milenial mungkin tidak akan perlu lagi datang ke bank untuk berbagai keperluan Foto: Dwikanya Nayawestri/kumparan