Kumparan Logo

Mengintip Desain Bandara Purbalingga yang Bisa Didarati Boeing 737

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba di Purbalingga tahap II. Foto: Dok. BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba di Purbalingga tahap II. Foto: Dok. BUMN

PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) akan mengembangkan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Pengembangan Bandara Jenderal Soedirman dilakukan dalam 3 tahap.

Tahap awal, Bandara Jenderal Soedirman ditargetkan bisa beroperasi pada Mei 2020 atau sudah bisa melayani arus mudik Lebaran.

Saat ini, sejumlah persiapan pembangunan tengah dilakukan oleh Angkasa Pura II. Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, pembangunan tahap I yakni meliputi pengerjaan terminal penumpang berkapasitas 98.812 orang per tahun dan runway.

"Pada tahap awal, investasi yang disiapkan Rp 500 miliar untuk membangun terminal penumpang dan runway," ucapnya sesuai keterangan tertulis seperti dikutip Kamis (16/5).

Ruang kedatangan di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba, Purbalingga. Foto: Dok. BUMN

Rencananya pada tahap I, Bandara Jenderal Soedirman dapat melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72-600 dan sejenisnya. Kapasitas parkir pesawat dirancang untuk 3 unit pesawat ATR 72.

Pada pengembangan tahap II, terminal akan diperbesar sehingga bisa menampung 440.440 penumpang per tahun. Pada tahap II, bandara sudah bisa melayani penerbangan pesawat jet jenis Airbus 320 Neo. Nantinya, apron atau parkir pesawat juga bisa menampung 4 unit pesawat jenis jet dan propeller (baling-baling) dalam satu waktu.

Sementara saat tahap III atau tahap akhir, Bandara Jenderal Soedirman bisa melayani pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus 320 Neo, ditambah ATR 72. Kapasitas total apron mampu menampung 4 unit pesawat dalam satu waktu. Daya tampung terminal juga meningkat hingga bisa melayani hampir 600.000 penumpang per tahun.

Pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba di Purbalingga tahap III. Foto: Dok. BUMN

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut kehadiran Bandara Jenderal Soedirman nantinya dapat mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo.

“Investor asing sangat nyaman berusaha di sini. Kelemahannya adalah konektivitas. Jadi, kalau pengusaha butuh cepat, kita harapkan dengan bandara ini ada maka mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri BUMN dalam keterangan tertulisnya.

Proyek bandara itu sendiri berlokasi di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, Angkasa Pura II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.

Ruang Check In di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba, Purbalingga. Foto: Dok. BUMN

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional atau perkantoran, dan fasilitas sisi darat lainnya.

Lalu, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara.

Ruang Boarding di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba, Purbalingga. Foto: Dok. BUMN

AP II saat ini tengah melakukan persiapan pembangunan infrastruktur, dimulai dari pembersihan lahan (land clearing), mendirikan pagar bandara, dan membangun gedung Project Implementation Unit (PIU).

Setelah persiapan usai dilakukan, pekerjaan selanjutnya adalah membangun terminal penumpang dan runway.

Ruang Boarding di Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba, Purbalingga. Foto: Dok. BUMN