Mengintip HTK, Perusahaan Tommy Soeharto yang Tersangkut OTT KPK

29 Maret 2019 6:58 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
MT Griya Dayak, salah satu kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia. Foto: Dok. humpuss.co.id
zoom-in-whitePerbesar
MT Griya Dayak, salah satu kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia. Foto: Dok. humpuss.co.id
ADVERTISEMENT
Perusahaan bidang perkapalan milik Tommy Soeharto, PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), tersangkut operasi tangkap tangan atau OTT KPK, yang dilakukan dua hari terakhir pada Rabu-Kamis, 27-28 Maret 2019.
ADVERTISEMENT
Setelah operasi tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Manager Marketing HTK, Asty Winasti, sebagai salah seorang tersangka. "AWI (Asty Winasti) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Pondok Bambu," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Kamis (28/3).
Asty disangka telah menyuap Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengungkapkan penyuapan Anggota Fraksi Partai Golkar itu diduga untuk membantu HTK, mendapatkan proyek distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia (Persero).
Komisi VI DPR yang ditempati Bowo, salah satu bidang kerjanya adalah industri dan perdagangan. BUMN merupakan salah satu mitra kerja komisi tersebut.
Suasana kantor Humpuss Group, Jakarta, Kamis (28/3). Foto: Efira Tamara/kumparan
Adapun PT Humpuss Transportasi Kimia, berbisnis perkapalan dan angkutan kargo. Perusahaan yang didirikan pada 2004 itu, melayani angkutan logistik dan distribusi gas alam cair atau LNG, produk petrokimia termasuk pupuk, minyak, kapal untuk dukungan lepas pantai (offshore), serta manajemen perkapalan.
ADVERTISEMENT
HTK merupakan anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Dikutip dari laporan tahunan 2018, emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode HITS itu, menguasai 99,9 persen saham HTK.
Dari keterbukaan informasi yang disampaikan HITS ke BEI, pemegang saham HITS per 28 Februari 2019 adalah PT Humpuss sebesar 45,52 persen, PT Menara Cakra Buana 32,83 persen, Tommy Soeharto 10,40 persen, dan publik 11,24 persen.
Penyuap anggota DPR Bowo, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti (tengah) ditahan KPK. Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan
Seperti induk usahanya yakni PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk, HTK juga berkantor di Gedung Granadi, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Perusahaan ini memiliki 16 kapal untuk menjalankan bisnis kargo dan logistiknya. Sementara total asetnya per 2018, tercatat USD 174 miliar dolar atau sekitar Rp 2,5 triliun.
ADVERTISEMENT
HTK menjadi salah satu penyumbang kinerja keuangan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Pada 2018, perusahaan milik Tommy Soeharto itu meraup laba sebesar USD 12,5 juta atau sekitar Rp 178 miliar. Dengan perolehan laba sebesar itu, setiap saham HITS mencatatkan untung 1,8 dolar AS atau sekitar Rp 25.600.