Kumparan Logo

Menkeu Tak Mau RI Bernasib seperti Inggris karena Salah Urus Kas Negara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan pada Ministry of Finance Festival 2022 (MOFEST 2022) di Jakarta, Kamis (1/12/2022).  Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan pada Ministry of Finance Festival 2022 (MOFEST 2022) di Jakarta, Kamis (1/12/2022). Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Foto

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tidak ingin Indonesia bernasib sama dengan Inggris karena salah dalam mengelola keuangan negara. Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan defisit APBN 2023 pada level 2,84 persen.

Hal itu sesuai dengan janji pemerintah yang mengembalikan defisit APBN di bawah 3 persen setelah pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

Bendahara negara itu mengatakan, dalam pengelolaan uang negara harus mengikuti disiplin fiskal. Hal itu pula yang menjadi pertimbangan defisit APBN 2023 kembali di bawah 3 persen.

Di samping itu, Sri Mulyani juga menyoroti kondisi pasar global yang mengalami gejolak serta adanya tren kenaikan suku bunga. Kalau APBN dikelola tanpa disiplin fiskal, Indonesia berpotensi akan bernasib sama dengan Inggris.

"Kalau Anda enggak punya jangkar disiplin fiskal, yang terjadi confidence akan runtuh. Bisa terjadi. Lihat saja di United Kingdom atau Inggris. Salah fiscal position, even ekonomi sekuat Inggris juga gelempang," kata Sri Mulyani dalam Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 di Istana Negara, Jumat (2/12).

Sri Mulyani menjelaskan, defisit 2,84 persen itu lebih dari Rp 530 triliun. Menurutnya, itu sudah cukup memberikan stimulasi ekonomi di dalam negeri.

"Poin saya adalah fiskal akan tetap supportive tapi tetap prudent karena dia menjadi jangkar dari stabilitas. Inilah yang kemudian akan menjaga momentum pemulihan ekonomi kita 2023," pungkasnya.