Mentan Pamer ke Jokowi Teknologi Tanam Padi: Setahun Bisa 4 Kali

27 Maret 2024 13:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau panen raya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (27/3/2024). Foto: Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau panen raya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (27/3/2024). Foto: Kementan RI
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Presiden Jokowi mengunjungi panen padi di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Bersama dengan Jokowi, turut mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
ADVERTISEMENT
"Saya melihat panen padi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah panenya bagus, bisa 6 sampai 6,2 ton per hektar," kata Jokowi di lahan pertanian Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (27/3).
Kunjungan Jokowi tersebut sekaligus dalam rangka gerakan olah tanah dan percepat tanam di hamparan persawahan yang diairi Bendung Daerah Irigasi Gumbasa, Kabupaten Sigi. Jokowi memuji Amran Sulaiman karena menggunakan teknologi untuk meningkatkan produksi beras nasional.
"Pak Mentan mendorong untuk dipercepat penanaman kembali. Setelah panen langsung dilakukan olah tanah menggunakan traktor, mekanisasi pertanian modern sehingga mempercepat penanaman kembali," kata Jokowi.
Pada kesempatan yang sama, Amran menjelaskan percepatan tanam atau tanam culik adalah metode penanaman padi di mana setelah selesai panen langsung dilakukan olah tanah sehingga bisa langsung tanam kembali.
ADVERTISEMENT
Kata Amran, percepatan tanam merupakan langkah konkret untuk mengejar target tanam dalam memitigasi dampak El Nino dan meningkatkan produksi beras nasional.
Adapun hasil pengamatan Kerangka Sampel Area atau KSA Badan Pusat Statistik mencatat potensi produksi beras nasional dari hasil panen raya yang berlangsung dalam dua bulan yakni Maret-April mencapai 8,46 juta ton. Produksi pada Maret diperkirakan mencapai 3,54 juta ton dan April sebesar 4,92 juta ton.
"Sekarang kita lalukan tanam, biasa di sini tanam padi 1 kali setahun sekarang menjadi 2 dan 3 kali bahkan sampai 4 kali. Caranya adalah kalau kita panen dengan manual, tanamnya maksimal 2 kali setahun," jelas Amran.
"Tapi kita menggunakan mekanisasi pertanian yaitu combine harvester, traktor roda 4 dan rice transplanter itu bisa tanam 3 kali setahu, sehingga produktivitas dan produksi meningkat. Biayanya bisa ditekan 40 sampai 50 persen per hektar," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Kementan mencatat luas baku sawah Kabupaten Sigi sebesar 13.823 hektar. Sementara Bendung Daerah Irigasi Humbasa mampu mengairi persawahan seluas 8.000 hektare.
Rencana panen padi di Kabupaten sigi pada Maret sebesar 1.349 hektare dan April 1.375 hektare. Sementara rencana panen padi di Kecamatan Gumbasa pada Maret-April sebesar 854 hektare. Harga gabah di petani saat ini Rp 7.000 per kg dengan biaya produksi berkisar Rp 6 sampai Rp 7 juta per hektar.
Adapun luas hamparan panen di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa seluas 266 hektare. Varietas padi yang dipanen yaitu Mekongga dengan produktivitasnya 6,2 ton per hektare.