Kumparan Logo

Menteri Investasi Sebut Impor Alat Kesehatan ke RI Masih Deras

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
 Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Industri kesehatan dalam negeri memang masih sangat tergantung terhadap produk impor. Sekitar 90 persen alat kesehatan dipasok dari luar negeri.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menuturkan pihaknya telah melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan asing untuk merayu mereka menanamkan modal untuk industri kesehatan di Indonesia.

“Bahan baku kita impor. vaksin pun impor. Kita buka akses itu, beberapa perusahaan akan masuk bangun industri dalam negeri. Devisa itu Rp 150 triliun keluar untuk beli alkes,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (27/7).

Presiden Joko Widodo melihat alat kesehatan karya anak bangsa untuk tangani COVID-19 di Istana di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Bahlil menyadari bahwa pasar industri kesehatan di dalam negeri sangat menjanjikan bagi investor asing. Meski belum menemui komitmen yang pasti, ia akan terus berupaya merayu investor asing untuk menanamkan investasi di RI.

“Kita meminta untuk bisa masuk ke Indonesia,” katanya.

Baru-baru ini Bahlil melancong ke Amerika Serikat (AS) untuk merayu Microsoft, Cargill hingga World Bank.

Berdasarkan catatannya, ada perusahaan asal AS akan menanamkan investasi Rp 5,2 triliun tahun ini di Indonesia.

“Dari AS Cargill Rp 5,2 triliun, groundbreaking mulai September Oktober 2021,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (27/7).