Menteri Maman Usul Koperasi Kemitraan Buat Mitra Driver, Aplikator, dan UMKM
22 Mei 2025 19:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
Menteri Maman Usul Koperasi Kemitraan Buat Mitra Driver, Aplikator, dan UMKM
Maman bilang, koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi kolektif bagi mitra pengemudi, aplikator, dan merchant UMKM. kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, perlunya membangun ekosistem kemitraan yang sehat dan berkelanjutan antara pengemudi ojek online (ojol) atau mitra driver, aplikator, serta pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT
Maman menjelaskan, pihaknya mengusulkan pembentukan koperasi kemitraan bagi mitra driver pada masing-masing aplikator. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi kolektif bagi mitra pengemudi, termasuk dalam hal pengadaan atribut kerja seperti jaket dan helm, serta penyediaan layanan simpan pinjam dan usaha produktif lainnya.
“Dari koperasi, kita bisa mendorong semangat usaha dari anggota untuk anggota. Ini juga sejalan dengan gagasan Koperasi Merah Putih yang sedang pemerintah galakkan,” kata Maman dalam keterangannya, Kamis (22/5)
Menurut dia, Kementerian UMKM akan berupaya menciptakan iklim kemitraan yang inklusif dan adaptif, di tengah pertumbuhan ekonomi digital. “Kementerian UMKM berkepentingan menjaga stabilitas dan kondusivitas industri transportasi online, termasuk hubungan antara aplikator dengan pengemudi ojek online serta merchant UMKM di dalamnya,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Maman juga menyatakan pentingnya peran layanan transportasi daring dalam mendukung aktivitas ekonomi digital, khususnya bagi pelaku UMKM, di sektor makanan, minuman, dan ritel. Ketergantungan mereka terhadap layanan pengantaran menjadikan sinergi antara semua pihak dalam ekosistem digital semakin vital.
“Ekosistem digital kita tidak boleh terganggu hanya karena adanya polemik terkait tarif. Aplikator dan pengemudi ojek online saling membutuhkan. Tanpa salah satu unsur tersebut, perputaran ekonomi digital tidak akan optimal,” tegasnya.
Terkait aspirasi pengemudi ojek online mengenai skema tarif bagi hasil, termasuk isu potongan sebesar 10 persen yang sempat memicu aksi unjuk rasa, Maman mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog dan sikap terbuka.
Maman mencontohkan beberapa aplikator seperti Maxim dan Indrive yang menerapkan potongan tarif di kisaran 10 hingga 13 persen, sebagai bentuk alternatif yang dapat dipilih mitra pengemudi.
ADVERTISEMENT
“Tidak perlu berpolemik. Jika ada pihak yang merasa keberatan dengan skema yang ditawarkan satu aplikator, tersedia pilihan lain dengan kebijakan yang lebih sesuai. Prinsip kami adalah menjaga fleksibilitas dan keberlanjutan bagi semua pihak,” tambahnya.
