Merpati Mau Dilepas ke Swasta, Kementerian BUMN Bentuk Tim Privatisasi

Nasib PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau MNA memasuki babak baru usai diputus tidak pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya beberapa waktu lalu. Kementerian BUMN akan membentuk tim untuk memproses pelepasan saham Merpati sebagai perusahaan negara.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, mengatakan tim privatisasi Merpati akan dibentuk dalam waktu dekat. Nantinya, tim akan mempelajari putusan hakim pengadilan dan akan memverifikasi kemampuan calon investor.
"Kami pelajari homologasinya. Kalau di situ sudah diikat. Kan dulu sudah ditawarkan juga. Kalau itu memang sudah mengikat, kita rundingkan dulu karena dia sudah menangkan itu. Tapi kita harus lihat kemampuannya bener enggak," kata Aloy saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (23/11).
Aloy sendiri belum mau berbicara apakah ada investor lain selain PT Intra Asia Corpora (IAC) yang dimiliki Kim Johanes Mulia. Itu artinya, hingga saat ini, calon investor dari pihak swasta yang mau menghidupkan Merpati hanya IAC.
Kim sudah menunjukkan ketertarikannya dengan rencana menyuntik dana senilai Rp 6,4 triliun untuk Merpati yang akan dicairkan dalam dua tahun. Kemantapan Kim bahkan sudah tercantum dalam Perjanjian Transaksi Penyertaan Modal Bersyarat yang dilakukan IAC dan Merpati pada 29 Agustus 2018 yang disaksikan PT PPA.

Alasan Kementerian BUMN rela melepas Merpati menjadi milik swasta karena beban utang yang harus dibayarkan. Dengan masuknya Kim ke Merpati, beban utang itu akan menjadi tanggung jawab Merpati bersama IAC.
Tapi, Aloy menegaskan Kementerian BUMN tidak bisa menerima begitu saja si calon investor tersebut. Menurut dia, perlu ada due dilligence untuk meyakinkan sang investor benar-benar mampu menyelesaikan masalah Merpati dan membuatnya terbang kembali.
Di dalam tim itu, kata Aloy, juga akan dibahas tentang valuasi dari Merpati sebelum dilepas ke swasta. Tapi dia mengaku hitungannya belum ada. Yang jelas, dalam proses privatisasi ini, Aloy akan mengikuti amanah dari putusan PN Surabaya dengan mengundang strategi investor.
Aloy mengatakan, setelah ada kepastian soal valuasi Merpati, maka selanjutnya akan dibicarakan porsi pelepasan saham kepada investor. Dia mengatakan potensi porsi saham yang akan dilepas ke swasta bisa mencapai 100 persen.
"Iya bisa sampai seluruhnya. Tapi itu kan yang nentuin Menko Perekonomian (Darmin Nasution). Jadi kami belum bicara soal berapa saham dan strukturnya seperti," katanya.
