Minyak Goreng Langka di Indomaret, Kemendag Klaim Pasokan Masih Aman
ยทwaktu baca 2 menit

Masyarakat mengeluhkan minyak goreng sulit ditemukan di gerai ritel modern, salah satunya Indomaret. Stok minyak goreng terlihat kosong di gerai-gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, menjelaskan stok minyak goreng selalu habis di ritel modern bukan disebabkan pasokan yang langka, melainkan kapasitas distribusi ritel yang jauh lebih sedikit.
Dia menyebutkan, kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 320 juta liter per bulan. Sementara saat ini, Kemendag terus menggelontorkan minyak goreng di pasaran hingga 20 juta liter per hari, bahkan sampai 115 juta liter dalam beberapa hari terakhir, 30 persen dari kebutuhan bulanan.
"Ritel modern kemampuan penyalurannya hanya 25 juta liter per bulan, kalau sekarang ritel modern di-rush (diserbu pembeli), ya jadinya seperti langka, tapi kenyataannya tidak," ujar Oke saat dihubungi kumparan, Senin (21/2).
Sementara itu, Oke mengatakan masyarakat menyerbu stok minyak goreng di ritel modern karena harganya sudah dipatok Rp 14.000 per liter. Keadaan ini diperparah dengan kondisi minyak goreng di pasar tradisional masih banyak yang mahal.
"Saat ini pemerintah sedang melakukan upaya memotong rantai distribusi dengan memasok minyak goreng curah seharga Rp 11.500 ke pasar-pasar tradisional, dipasok terus supaya mengurangi tekanan ke ritel modern," kata dia.
Oke menegaskan, pemerintah selalu berupaya memperbaiki jalur distribusi minyak goreng murah ini dengan menertibkan oknum-oknum nakal yang mempermainkan harga pasaran dengan menimbun dan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kalau terhambat ada yang main-main atau menimbun dan menaikkan harga, karena dengan kesan adanya kelangkaan ini orang-orang berbondong beli minyak goreng mahal pun bakal diambil, padahal sudah tidak boleh," tegasnya.
Ritel Modern Akan Tambah Kapasitas Distribusi Minyak Goreng
Oke mengungkapkan salah satu solusi dari kelangkaan stok minyak goreng di ritel modern yaitu dengan menambah kapasitas gudang untuk menampung minyak goreng ini diperbesar dari hanya 25 juta liter per bulan.
"Mereka sedang mencoba menaikkan (kapasitas) jadi 50 juta liter. Ritel modern kan ada distribution center-nya, gudang-gudangnya, nah daya tampung gudang-gudang itu yang kurang," jelasnya.
Sehingga, dengan peningkatan kemampuan penyaluran minyak goreng oleh ritel modern, kelangkaan minyak goreng dinilai tidak akan terjadi karena pemerintah sudah memastikan pasokan kebutuhan minyak goreng nasional tidak ada masalah.
"Sekarang lagi berupaya men-double-kan gudang ritel modern dan mendistribusikannya ke gerai-gerai, karena dengan distribusi seperti biasa 25 juta liter per bulan diserbu masyarakat, sehingga kelihatannya jadi langka," tutup Oke.
