Naik MRT Tinggal Scan Barcode Mulai Januari 2020

PT Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta menyiapkan sistem pembayaran tiket terbaru yaitu dengan menggunakan QR Code. Jika tak ada halangan, penggunaan sistem pembayaran QR Code ini akan mulai diimplementasikan pada Januari 2020. Jadi masyarakat cukup scan barcode saja untuk menggunakan kereta MRT.
"1 Desember (QR Code) kita akan uji karena 1 Januari (2020) diharapkan tidak ada lagi persoalan. Nanti download tapi tetap pulsanya harus anda isi jangan ngutang. Jadi nanti pakai scan,” ungkap Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi PT MRT Jakarta, Tuhiyat, saat penyampaian materi dalam MRT Journalist Fellowship Program 2019 di Kantor MRT, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
Sambil menunggu kesiapan QR Code, ada sejumlah pilihan bagi masyarakat untuk naik MRT Jakarta. MRT Jakarta sudah menyediakan kartu single trip atau STT.
Namun diakui Tuhiyat, pembayaran tiket MRT Jakarta dengan menggunakan STT kurang efisien karena penumpang masih menggunakan uang cash dan harus kembali menukarkan uangnya setelah tiba di stasiun tujuan.
Untuk itu, Tuhiyat menjelaskan setelah ini akan ada perbaikan dari penerapan sistem STT. Penumpang tidak harus refund atau mengembalikan tiket ke petugas karena akan ada mesin yang disiapkan. Dengan langkah itu, penumpang cukup membayar perjalanan.
“STT ini sekarang ada refund Rp 15.000 itu akan kita ubah menjadi ditelan (kartunya). Jadi enggak perlu beli Rp 15.000 nya, beli tripnya saja. Nanti begitu di pintu keluar masukkan, nanti ditelan (kartunya)," tuturnya
Pilihan lainnya adalah dengan tiket multi trip atau MTT. Secara garis besar, penerapan tiket pada MRT Jakarta hampir mirip dengan KRL Commuter Line.
“Yang keempat ada MTT itu hampir sama dengan uang elektronik karena multi trip menyimpan uang anda di situ. Memang ada uang pembelian kartunya tapi itu kan selamanya,” tutur Tuhiyat.
