Kumparan Logo

Nasib Bakso dan Rendang Terancam Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tukang potong daging sapi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tukang potong daging sapi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Nasib pedagang bakso serta produksi rendang di rumah makan padang, termasuk yang terancam kelangsungan usahanya oleh rencana mogok jualan para pedagang daging sapi. Kenaikan harga daging sapi telah mendorong rencana para pedagang untuk mogok jualan selama 3 hari mulai Rabu (20/1) hari ini.

"Berdasarkan informasi dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia, mereka akan melakukan aksi mogok tiga hari (mulai besok)," kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKPI) Abdullah Mansuri kepada kumparan, Selasa (19/1).

Mengkhawatirkan dampak aksi mogok tersebut ke UMKM lainnya, Abdullah pun meminta kepada para pedagang daging se-Jabodetabek agar tidak mogok berjualan secara total. Karena hal itu akan membuat usaha rumahan seperti bakso, warteg, warung padang, dan warung nasi berhenti usaha. Sebagai bentuk aksi tanda protes, menurutnya cukup mengurangi volume penjualan.

Asosiasi Pengusaha Mie dan Bakso (Apmiso) mengakui kenaikan harga daging sapi beberapa waktu terakhir, menyulitkan usaha mereka. Para pedagang bakso pun putar otak untuk menekan biaya produksi. Apmiso mengakui, banyak anggotanya yang mengganti daging sapi dengan daging ayam.

“Mereka mencampur dengan daging ayam,” kata Plt Ketua Umum Apmiso Lasiman kepada kumparan.

Warung Wijaya Soto dan Bakso Sapi, Bali Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Menurut Lasiman, saat ini sebagian pengusaha bakso tak bisa mempertahankan produksi dengan menggunakan daging sapi. Di sisi lain, pengusaha juga tak bisa menaikkan harga jual karena akan ditinggal pembeli. Adapun daging menyumbang hampir 90 persen dari total biaya produksi bakso.

“Jadi memang harus banyak inovasi cara menyiasati harga daging semakin naik juga,” sambungnya.

Sementara Abdullah mengkhawatirkan aksi-aksi mogok semacam ini, akan membuat pengunjung pasar semakin sepi setelah didera dampak pandemi.

"Mengingat kondisi pasar semakin sepi dan daya beli menurun, dikhawatirkan jika seluruh pedagang daging sapi mogok akan berefek pada sepinya pedagang yang lain. Karenanya kami mohon agar aksi mogok selama tiga hari ke depan dipikirkan kembali," ujar Abdullah.