Kumparan Logo

Neraca Perdagangan RI di Agustus 2021 Surplus USD 4,74 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas berada di atas peti kemas saat bongkar muat di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua, Rabu (30/6/2021). Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas berada di atas peti kemas saat bongkar muat di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua, Rabu (30/6/2021). Foto: Puspa Perwitasari/Antara Foto

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 mengalami surplus. Sepanjang Agustus 2021, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD 4,74 miliar.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan surplus di Agustus 2021 ini secara beruntun secara 16 bulan terakhir yang merupakan capaian bagus.

"Harapannya, tren ini terus berlanjut agar ekonomi terus baik," katanya dalam konferensi pers daring, Rabu (15/9).

Secara rinci, total nilai ekspor Agustus 2021 mencapai USD 21,42 miliar atau naik 20,95 persen month to month (mtm) dan naik 64,10 persen year on year (yoy). Sektor migas naik 7,48 persen dan nonmigas 21,75 persen.

Secara rinci, sektor migas USD 1,07 miliar atau tumbuh 7,48 persen dan naik 77,93 persen yoy. Pertanian dan perikanan USD 0,34 miliar tumbuh 17,89 persen mtm dan minus 0,42 persen yoy.

Margo Yuwono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: Dok. BPS

Industri pengolahan USD 16,37 miliar atau naik 20,76 persen mtm dan naik 52,62 persen yoy. Pertambangan dan lainnya USD 3,64 miliar, naik 27,23 persen mtm dan 162,89 persen yoy.

Sementara itu, untuk total nilai impor pada Agustus 2021 sebesar USD 16,68 miliar naik 10,35 persen mtm dan naik 55,26 persen yoy. Impor migas naik 14,74 persen dan nonmigas naik 9,7 persen.

Secara rinci, impor konsumsi USD 1,89 miliar naik 16,34 persen mtm atau 58,23 persen yoy, bahan baku penolong USD 12,38 miliar atau naik 8,39 persen mtm dan naik 59,59 persen yoy, barang modal USD 2,41 miliar atau naik 16,44 persen mtm dan 34,56 persen yoy.