Kumparan Logo

Nilai Ekspor Batu Bara Agustus Naik, Volumenya Turun 9,33% Jadi 227,7 Juta Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).  Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batu bara Indonesia pada periode Januari sampai Agustus 2026 mengalami kenaikan. Pada Januari sampai Agustus 2026, angka ekspor batu bara sudah mencapai USD 16,58 miliar atau naik 4,31 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat pada USD 15,90 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan saat ini batu bara memang menjadi komoditas non migas unggulan Indonesia bersama dengan besi dan baja serta CPO.

“Demikian juga secara kumulatifnya untuk nilai ekspor CPO dan turunannya naik 6,57 persen dan batu bara secara kumulatif nilai ekspornya mengalami peningkatan sebesar 4,31 persen,” kata Ateng dalam konferensi pers Berita Statistik pada Kamis (1/10).

Meski demikian secara jumlah volume, ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan. Pada periode Januari sampai Agustus 2026, volume ekspor batu bara Indonesia ada pada angka 227,70 juta ton. Angka tersebut turun 9,33 persen dibanding periode yang sama di tahun 2025 dengan 251,13 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/10/2026) Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Sedangkan secara keseluruhan, batu bara memiliki share nilai atau pangsa terhadap nilai ekspor Januari sampai Agustus 2026 sebesar 8,93 persen.

Di samping itu, batu bara menurut paparan Ateng juga menjadi pendorong peningkatan harga komoditas energi bersama minyak mentah pada periode Agustus 2026.

Adapun harga batu bara kualitas tinggi pada pasar internasional meningkat 20,50 persen secara year on year (yoy) dan 2,50 persen secara month to month (mtm). Sementara itu, harga batu bara kualitas sedang dan rendah meningkat 3,75 persen secara yoy dan 0,52 persen mtm.

instagram embed