Kumparan Logo

Nusantara Innovation Hub Siap Bawa Startup Indonesia Masuk ke Ekosistem Global

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para perwakilan Nusantara Innovation Hub mengunjungi Dubes RI untuk Amerika Serikat di Konsulat Jenderal RI San Francisco. Foto: dok. NIH
zoom-in-whitePerbesar
Para perwakilan Nusantara Innovation Hub mengunjungi Dubes RI untuk Amerika Serikat di Konsulat Jenderal RI San Francisco. Foto: dok. NIH

Sebanyak 6 inisiator Nusantara Innovation Hub (NIH) baru saja melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, di Konsulat Jenderal RI San Francisco. Mereka adalah Ray Rizaldy, Mohamad Iqbal, Mukit Hendrayatno, Anita Ratna Faoziyah, Heri Susanto, dan Lucky Hatreztyo.

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam pengembangan startup, inovasi teknologi, dan talenta digital.

Dubes RI pun menyambut baik inisiatif NIH dan menilai langkah ini selaras dengan upaya memperkuat diplomasi ekonomi serta mendorong pertumbuhan inovasi Indonesia di Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, NIH memaparkan program unggulan untuk mengirimkan founder-founder startup Indonesia ke Amerika Serikat. Rencananya, para founder akan di Negeri Paman Sam selama 1-2 tahun untuk mengikuti program akselerasi dan mengembangkan perusahaan secara langsung di ekosistem Silicon Valley.

"Inisiatif ini membuka jalan bagi talenta dan startup Indonesia untuk terhubung langsung dengan ekosistem inovasi global. Kami ingin memastikan Indonesia hadir lebih kuat di panggung teknologi internasional, tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pemain yang menciptakan solusi global," kata Ray.

Para perwakilan Nusantara Innovation Hub. Foto: dok. NIH

Dalam kesempatan yang sama, NIH juga memperkenalkan Nusantara Student Innovation Bootcamp. Program ini merupakan pengembangan entrepreneur untuk mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat yang bertujuan membekali talenta muda dengan keterampilan membangun startup, akses mentor internasional, serta peluang kolaborasi lintas industri.

Kerja Sama Strategis dengan Raksasa Teknologi dan Akselerator Global

Sebelum pertemuan dengan Dubes RI, para inisiator NIH telah melakukan kunjungan dan diskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar di Silicon Valley, termasuk Amazon, Meta, dan Plug and Play. Kunjungan ini menghasilkan komitmen kolaborasi konkret yang akan memperkuat ekosistem startup Indonesia.

"Dari beberapa diskusi yang telah dilakukan, akan ada kerja sama lanjutan secara konkret terkait program akselerasi startup Indonesia, khususnya dengan Plug and Play yang merupakan salah satu akselerator terbesar di Silicon Valley," ungkap Mohamad Iqbal.

Plug and Play dikenal sebagai salah satu akselerator paling berpengaruh di dunia, dengan portofolio perusahaan yang mencakup unicorn seperti PayPal, Dropbox, dan Lending Club. Kerja sama ini membuka akses langsung bagi startup Indonesia ke jaringan investor, mentor, dan corporate partners global.

Nusantara Innovation Hub didirikan sebagai perkumpulan yang menghubungkan ekosistem startup Indonesia dengan Silicon Valley. Inisiatif ini hadir di tengah momentum positif ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 146 miliar pada 2025, menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

"Dengan dukungan KBRI, Nusantara Innovation Hub siap menjadi jembatan kolaborasi antara talenta Indonesia, diaspora profesional, dan pusat inovasi Amerika Serikat untuk mendorong percepatan ekosistem startup nasional." tutup Ray.