OJK Catat Pembiayaan BNPL Tumbuh 54%, SPayLater Perketat Pengawasan Risiko
·waktu baca 1 menit

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) nasional tumbuh tumbuh 54,26 persen secara yoy sebesar Rp 8,58 triliun pada Juni 2025.
Direktur SPayLater Indonesia, Anggie Ariningsih, mengakui tren serupa juga terjadi di platform SPayLater.
Meski demikian, Anggie menilai pertumbuhan BNPL sebaiknya diimbangi dengan kekuatan daya beli masyarakat.
"Jadi meskipun portofolio-nya naik, kami juga meningkatkan monitoring mitigasi risiko yang juga semakin ketat," ujar Anggie dalam gelaran Media Gathering Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia, di Jakarta Selatan, Kamis (30/10).
Untuk mengantisipasi risiko di tengah naiknya pembiayaan SPayLater, Anggie memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Selain itu, perusahaan berupaya untuk mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan.
Menurut dia pertumbuhan kredit digital tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, meski minat konsumen untuk berbelanja dengan skema cicilan meningkat, SPayLater memperketat pengawasan terhadap risiko pembiayaan.
“Risk monitoringnya harus sangat hati-hati dengan mitigasi risiko yang kami juga monitor itu real time,” katanya.
