Kumparan Logo

Omzet Anjlok 70 Persen Jika PSBB Ketat, Pedagang Pasar Minta Solusi ke Anies

kumparanBISNISverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: PPID Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: PPID Jakarta

Bakal diterapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat membuat para pedagang merasa terpukul. Saat PSBB awal atau sebelum masa transisi, omzet pedagang pasar anjlok hingga 70 persen.

Untuk itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) bakal berkoordinasi dengan semua pihak terkait khususnya Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan, supaya PSBB ketat tidak kembali membuat omzet pedagang merosot.

“DPP IKAPPI mendorong agar pemerintah menyiapkan langkah-langkah yang memang diharapkan oleh pedagang, DPP IKAPPI tidak merekomendasikan adanya zonasi seperti yang dilakukan di awal PSBB beberapa bulan yang lalu, karena zonasi itulah justru membuat pedagang semakin sulit dan pendapatan pedagang jauh menurun,” kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/9).

Ilustrasi pasar tradisional. Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO

Reynaldi mendorong pemerintah daerah bisa memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. Sebab, kata Reynaldi, pasar harus tetap berjalan sebagai penopang perekonomian.

“Kami juga mendapati bahwa ada penurunan omzet pedagang sekitar 60-70 persen di DKI Jakarta, maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” ujar Reynaldi.

Selain itu, DPP IKAPPI juga menemukan ada kurang lebih sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima di sekitar pasar mengalami dampak dari wabah pandemi tersebut. Reynaldi mengungkapkan di tanggal 10 September 2020, pihaknya sudah mengedarkan surat kalau pasar masih buka.

Para pedagang diminta terus koordinasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ia juga meminta para pedagang menginformasikan kasus positif di tempat masing-masing. “Kami juga mendorong agar penyemprotan disinfektan dilakukan berkala dan bertahap,” ungkap Reynaldi.

Lebih lanjut, Reynaldi meminta PD Pasar Jaya menyiapkan sekat plastik agar komunikasi yang terjadi di pasar tradisional bisa dibatasi. Menurutnya, sekat ini sudah dilakukan dibeberapa pasar di Indonesia dan hasilnya cukup efektif.

kumparan post embed

Pencegahan atau antisipasi tersebut penting. Apalagi melihat data IKAPPI peningkatan kasus corona di pasar sampai bulan September 2020 masih terjadi.

“Bahkan ditemukan ada yang meninggal dunia sejak beberapa bulan terakhir, data tersebut kita ambil pada bulan Juni. Kita dapati kasus positif 321 kasus, terjadi di 51 pasar dan 1 kasus meninggal,” tutur Reynaldi.

Melihat data tersebut, Reynaldi menegaskan peran pemerintah daerah sangat diharapkan dalam pencegahan penyebaran virus corona di pasar. Sebab, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri.

“Harus dilakukan secara bergotong royong dari pemerintah pusat, pemerintah daerah atau pemerintah provinsi bersama-sama dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia dan pedagang pasar di seluruh DKI Jakarta,” terang Reynaldi.