Kumparan Logo

Operator India Resmi Ikut Kelola Bandara Kualanamu Melalui PT APA

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara Internasional Kualanamu, Medan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Bandara Internasional Kualanamu, Medan Foto: Shutter Stock

Pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi beralih dari PT Angkasa Pura II (AP II) ke PT Angkasa Pura Aviasi (APA). Serah terima pengelolaan bandara dilakukan hari ini, Kamis (7/7).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pengelolaan Bandara Kualanamu oleh PT APA merupakan upaya konkret dalam perbaikan ekosistem transportasi, tidak hanya mobilitas manusia namun juga rantai pasok.

"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menyaksikan serah terima pengelolaan Bandara Kualanamu dari PT Angkasa Pura II kepada APA yang merupakan perusahaan patungan bersama dengan mitra strategis yaitu GMR Airports," ujar Erick di Sarinah, Jakarta, Kamis (7/7).

Berdasarkan catatan kumparan, GM Airports merupakan operator bandara asal India. Perusahaan ini memenangkan tender pengelolaan Bandara Kualanamu pada tahun lalu untuk masa kontrak 25 tahun melalui kemitraan strategis (strategic partnership). AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT APA, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Erick menekankan kemitraan strategis ini mengedepankan proses tata kelola perusahaan yang baik melalui proses tender yang transparan dan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.

PT Angkasa Pura II (Persero) menetapkan GME Airports Consortium sebagai pemenang tender pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu melalui kemitraan stretagis, Selasa (23/11). Foto: Angkasa Pura II

Dia juga berharap kerja sama pengelolaan aset BUMN ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Bandara Kualanamu menjadi lebih profesional dan meningkatkan pelayanan agar pengguna merasakan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman yang menyenangkan.

"Ini juga menjadi kesempatan Indonesia membangun market baru. Perdagangan selatan ke selatan sangat berpotensi. Kerja sama ini membuat kita punya akses langsung antara Indonesia dan India," lanjutnya.

Erick menyebut hubungan dagang Indonesia dengan India sangat bagus. GMR Airports di India yang bekerja sama dengan AP II akan mendorong trafik lebih tinggi ke Indonesia tanpa harus singgah di negara lain.

"Kita perlu daging, India juga perlu batu bara dari Indonesia. Ini konteks yang saling menguntungkan. Yang tadinya berhenti ke negara tetangga, Singapura dan Malaysia, sekarang Sumatera jadi hub sebelum pergi lagi ke negara tujuan lain seperti Korea atau Australia," ucap Erick.

Dengan kerja sama tersebut, menurut Erick, Bandara Kualanamu akan menjadi hub internasional guna mendorong Sumatera Utara sebagai pusat pariwisata dan kargo. Dia tidak ingin Indonesia hanya menjadi market bagi negara lain.

"Ini hal positif. Pembangunan ekonomi tak hanya di Jawa saja. Ekonomi di Sumatera jadi kekuatan sendiri. Presiden sudah investasi di jalan tol. Ini untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja di Sumatera," ungkap dia.

Bagi Erick, Bandara Kualanamu harus bisa menandingi dominasi Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia dengan menjadi gerbang dunia internasional masuk ke Indonesia melalui pintu Sumatera.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan arahan pada pagelaran budaya "Langgam Pancarona, Dahayu Nusantara" di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (26/6/2022). Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

Dia juga menilai kerja sama ini bertujuan untuk menekan tingginya biaya logistik Indonesia yang saat ini sebesar 23 persen atau lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 13 persen. Hal ini yang menghambat daya saing Indonesia di kancah internasional

"Kerja sama yang kita tekankan bagaimana Sumatera Utara penting kita dorong sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia agar memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan lima persen per tahun akan terus tumbuh sampai 2045 sehingga kita jadi negara ekonomi terbesar keempat dunia," sambungnya.

Erick menyampaikan peningkatan kualitas Bandara Kualanamu juga mendukung penguatan ekosistem pariwisata. Dia berpesan pengelolaan Bandara Kualanamu tetap menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

Erick ingin Bandara Kualanamu mengikuti jejak Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengaktifkan kembali parade budaya sebagai panggung tetap untuk seni, budaya, dan UMKM Indonesia.

"Korea saja bisa, maka Indonesia juga harus bisa. Saya kembali berpesan kepada jajaran BUMN sektor pariwisata yang hadir, terus lanjutkan program transformasi kita dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia. Lakukan bisnis secara profesional dan bangun kemitraan strategis dengan mitra-mitra yang profesional," tandasnya.