Kumparan Logo

Orang-orang Mulai Bosan, Permintaan Tanaman Hias Turun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tanaman hias. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman hias. Foto: Shutter Stock

Tahun ini permintaan tanaman hias mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Hobi merawat tanaman nampaknya mulai surut.

Salah satu pengusaha tanaman hias di Kota Batu, Kurniawan Adi Chandra mengatakan, pada tahun ini daya beli masyarakat semakin menurun.

“Secara keseluruhan penjualan ada penurunan di 2021 ini, daya beli menurun mungkin karena faktor PPKM juga,” katanya kepada kumparan, Jumat (19/8).

Pria yang menjual tanamannya melalui instagram @iam.urbangardener mencatat rata-rata penjualan tanaman per hari mencapai 20-30 box tahun ini. Sementara pada tahun lalu penjualan tanaman hias per hari mencapai 40-50 box.

Pekerja merawat Monstera adansonii Variegata atau Janda Bolong di areal tanaman hias Desa Blang Weu, Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh, Jumat (9/10). Foto: Rahmad/ANTARA FOTO

Penurunan penjualan mencapai 10 persen pada tahun ini sudah Kurniawan perkirakan. Sebab, saat ini pecinta tanaman musiman ini merasa bosan. Hal ini yang membuat penjualan tanaman hias pada tahun ini menurun.

“Kalau bukan plant lover beneran lama-lama bosan jadi trennya turun lagi, yang ikut-ikutan jadi udah enggak beli lagi. Mungkin begitu. Ini untuk keseluruhan jenis tanaman ya,” sambungnya.

Sementara itu, harga tanaman hias turut mengalami penurunan hingga 50 persen tahun ini. Kurniawan menyebut saat ini harga kembali ke saat sebelum tren marak tanaman hias pada tahun lalu “Jadi balik kayak harga 2-3 tahun lalu harganya,” jelasnya.

kumparan post embed