Bisnis
·
21 April 2020 17:46

OYO Akui Merumahkan Sebagian Karyawan, Beri Insentif Rp 1,5 Juta per Bulan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
OYO Akui Merumahkan Sebagian Karyawan, Beri Insentif Rp 1,5 Juta per Bulan (177622)
Logo Oyo terpasang di gedung hotel. Foto: Anushree Fadnavis/Reuters
Pihak manajemen OYO Hotel Indonesia membenarkan kebijakan perusahaan untuk merumahkan sebagian karyawan. Keputusan diambil untuk menghindari PHK dan menjaga keuangan perusahaan di tengah merebaknya virus corona.
ADVERTISEMENT
"Keputusan sulit tersebut termasuk meminta sebagian karyawan kami mengambil cuti di luar tanggungan selama 60-90 hari, yang akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi ke depannya. Keputusan ini didasari atas kepentingan utama kami dan karyawan, yaitu untuk menghindari pemutusan hubungan kerja, sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah tekanan ekonomi saat ini," jelas juru bicara OYO Hotel Indonesia kepada kumparan, Selasa (21/4).
Mereka mengklaim langkah memberlakukan Leave of Absence itu telah dikonsultasikan dengan pemerintah. Mereka juga mengaku menjalankan mekanisme sesuai aturan hukum yang berlaku, termasuk dalam memenuhi hak karyawan.
"Perusahaan akan terus memenuhi hak dan dukungan yang dibutuhkan karyawan terdampak, termasuk tunjangan hari raya (THR), jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan. Serta insentif Rp 1,5 juta per bulan selama cuti berlangsung," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Terkait berapa banyak karyawan yang dirumahkan, perusahaan yang memiliki induk di India ini enggan membeberkan. Manajemen hanya berharap situasi ini cepat berlalu sehingga para karyawan dapat dipekerjakan lagi.
OYO Akui Merumahkan Sebagian Karyawan, Beri Insentif Rp 1,5 Juta per Bulan (177623)
Salah Satu Penginapan di OYO Foto: OYO Hotels & Homes
"Saat ini kami terus berkomunikasi secara intensif dengan para karyawan dan tidak dapat membagikan informasi terkait jumlah karyawan terdampak karena berkaitan dengan privasi para karyawan kami," pungkasnya.
Sebelumnya, kumparan telah mewawancarai dua karyawan yang terimbas kebijakan tersebut. Menurut mereka, setidaknya lebih dari separuh karyawan yang terdampak dari total hampir seribu pekerja yang OYO miliki saat ini.
Keduanya merasakan adanya kejanggalan dalam pemberlakuan kebijakan tersebut. Mulai dari mendadaknya surat pemberitahuan, tidak adanya penjelasan manajemen terkait kriteria karyawan yang dirumahkan, hingga kesan paksaan menerima keputusan tersebut.
ADVERTISEMENT
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.