Pakai Teknologi Canggih, BKN Pastikan Tes CPNS 2021 Bebas Perjokian
·waktu baca 2 menit

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana melakukan tinjauan ke Tilok SKD Bappenas RI di Jakarta, Rabu (6/10). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa BKN akan berupaya untuk terus mengembangkan sistem keamanan dalam tes CPNS supaya terhindar dari perjokian, salah satunya dengan fitur face recognition.
Bima menyebutkan, tes CPNS yang akan dijalankan dalam sistem Computer Assisted Test (CAT) ini akan dilengkapi dengan peranti keamanan verifikasi wajah. Sehingga, sebelum calon Aparatur Sipil Negara (ASN) mengerjakan, mereka harus menunjukkan wajah penuh terlebih dahulu.
“BKN akan terus mengembangkan sistem teknologi CAR untuk meningkatkan kualitas ASN. Kali ini, salah satunya adalah fitur face recognition untuk menghindari perjokian,” ujar Bima seperti dikutip dari akun Instagram resmi BKN, Jumat (8/10).
Menanggapi kasus oknum penipuan CPNS yang baru-baru ini terjadi, Bima menekankan bahwa tidak ada lagi peluang bagi siapa pun untuk menjadi ASN tanpa melewati sistem CAT.
“Masyarakat ternyata masih ada yang menginginkan masuk ASN tanpa jalur yang semestinya, jadi sebetulnya dua-duanya salah, calonya salah dan masyarakat yang percaya juga salah,” lanjutnya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak tertipu dengan penawaran dan tipu daya dari joki. Terlebih lagi dengan kemungkinan bahwa mereka akan tetap tidak berhasil tetapi harus tetap membayarkan sejumlah uang. Selain itu, Bima juga melihat bahwa sistem CAT tidak dapat dipandang sebelah mata.
“Jangan sampai tertipu apabila ada yang menawarkan diri membantu menjadi ASN, karena anak pejabat sekalipun tidak ada yang bisa masuk tanpa seleksi. Tidak ada yang bisa menggadaikan sistem CAT dengan cara tidak wajar untuk jadi ASN,” tutupnya.
