Kumparan Logo

Pakta Damai AS-Iran Berlaku, Kapal LNG Mulai Menuju Selat Hormuz

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tengker LNG Foto: REUTERS/Issei Kato
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tengker LNG Foto: REUTERS/Issei Kato

Kapal pengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang memuat kargo di Qatar mulai bergerak menuju Selat Hormuz, memberikan sinyal awal lalu lintas energi di Selat Hormuz mulai pulih setelah pakta damai sementara antara AS dan Iran resmi berlaku. Dikutip dari Bloomberg pada Kamis (18/6), berdasarkan data pelacakan kapal, kapal LNG Mraikh yang mengambil muatan LNG dari Qatar pada awal bulan ini kini bergerak menuju Selat Hormuz setelah tertahan di Teluk Persia sejak Februari. Kapal yang disewa oleh QatarEnergy mengirimkan sinyal tujuan berikutnya adalah Port Qasim di Pakistan. Pergerakan kapal terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menandatangani kesepakatan dengan Iran yang membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu cepat.

Perang AS-Iran berdampak pada penutupan Selat Hormuz, yang turut menghambat akses terhadap sekitar 20 persen pasokan LNG global. Selama periode itu, hanya sebagian kecil kapal yang berhasil melintas, umumnya dengan mematikan transponder untuk menyembunyikan lokasi mereka atau memperoleh izin khusus dari Teheran. Bloomberg sebelumnya melaporkan Qatar menargetkan pemulihan sebagian besar kapasitas ekspor LNG dalam waktu dua bulan setelah Selat Hormuz kembali dibuka.

Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Sabtu (18/4/2026). Foto: STR/ REUTERS

Namun, upaya membutuhkan ketersediaan kapal pengangkut LNG yang cukup. Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, belum ada kapal LNG kosong yang berlayar masuk ke Teluk Persia untuk mengambil muatan baru. Hingga kini, QatarEnergy belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut. Perjalanan kapal Mraikh juga menjadi kabar baik bagi Pakistan yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi krisis pasokan gas setelah pengiriman LNG dari Qatar terhenti akibat konflik. Negara Asia Selatan itu bahkan sempat mencari pasokan LNG tambahan melalui tender internasional untuk mengatasi kekurangan energi. Sebelumnya, Pakistan telah melakukan pembicaraan dengan Iran terkait jaminan keamanan pelayaran kapal LNG guna membantu mengatasi defisit energi domestik. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelayaran Mraikh merupakan bagian dari kesepakatan khusus tersebut atau merupakan dampak langsung dari implementasi pakta damai AS-Iran.