Pandemi Tak Kunjung Sudah, Orang Kaya Mulai Jual Rumah hingga Apartemen Mewah
·waktu baca 2 menit

Berkepanjangannya pandemi COVID-19 di Indonesia kian memukul sektor properti. Wabah yang sudah merebak selama hampir 2 tahun itu, menyebabkan bisnis satu ini kian lesu.
Head of Residential Services Colliers International Indonesia, Lenny Sinaga, mengungkapkan kondisi tersebut memunculkan fenomena baru. Para investor di sektor perumahan hingga properti mewah makin banyak yang menawarkan asetnya untuk dijual.
Menurut Lenny, tren menjual properti mewah ini sebetulnya sudah mulai terjadi di pengujung tahun 2019. Fenomena ini kian menguat ketika pandemi merebak di awal tahun 2020.
"Untuk penjualan rumah, info dari owner yang datanya ada di residensial. Sebenarnya mereka sudah niat menjual propertinya sejak 2019 sebelum pandemic, kalau dilihat dari Pondok Indah itu sudah kita bisa lihat dari 2019. Kemudian datanglah pandemic 2020 mulai kelihatan menjamur," jelas Lenny dalam virtual conference Colliers, Rabu (7/7).
Lenny menjelaskan, tren serupa juga terjadi di sektor properti apartemen mewah. Di mana mereka yang sebelumnya masih ragu untuk memilih apakah menyewakan atau menjual asetnya, kini mantap memutuskan untuk dijual.
"Begitu pula untuk apartemen, itu sudah banyak kita mendapatkan owner untuk apartemen high class di CBD area, mereka memang di 2019 sudah banyak. Semakin ke sini sudah banyak tadinya antara jual atau sewa, sekarang mereka lebih fokus dijual," sambungnya.
Lenny memperkirakan, langkah menjual tersebut dilakukan lantaran semakin tidak adanya kepastian permintaan dari sisi penyewa. Sebab biasanya, apartemen-apartemen tersebut dihuni atau disewa oleh para pekerja asing.
Kini, dengan merebaknya pandemi COVID-19, permintaan untuk sewa apartemen itu kian merosot. Menurut Lenny, rata-rata mereka yang memutuskan untuk menjual ini adalah investor dengan aset lebih dari satu unit apartemen.
Ia mengaku belum punya data secara kuantitatif. Kendati begitu, kebanyakan apartemen mewah ini menurutnya akan sulit untuk dijual meski sudah dengan harga miring.
"Mengingat kondisi saat ini buyer sudah tidak ada, walaupun banyak yang sudah menurunkan harga jualnya, sudah drop dengan diskon yang cukup tinggi, tapi karena buyer tidak banyak jadi masih banyak yang titip ke Colliers untuk properti apartemennya, kebanyakan memang untuk apartemen mewah saat ini," tuturnya.
